JAKARTA - Tiga hari lagi, Kongres PSSI untuk memilih Komite Pemilihan (KP) dan Komite Banding Pemilihan (KBP) bakaldigelarTapi sampai kemarin beberapa hal masih belum jelas
BACA JUGA: Menpora: Jika Melanggar, Saya yang Gelar
Para pemilik suara mayoritas mengaku belum menerima undanganBACA JUGA: Hebatnya Stoner, Lorenzo Salut
Padahal PSSI mengaku sudah membuka pendaftaran bakal calon anggota KP dan KBP sejak 19 Maret lalu
BACA JUGA: Arema Segera Cicil Gaji Lagi
Undangan juga belum kami terima," kata Slamet Bardianto, Sekum Pengprov PSSI Kalimantan Timur ketika dihubungi kemarin sore"Sampai hari ini saya belum terima undangan untuk Kongres PSSI 26 MaretNanti saya akan tanyakan, jangan sampai mepet karena kami butuh persiapan," timpal Direktur Utama PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) Umuh Muhtar
Kondisi ini tetu saja membingungkanBagaimana bisa pemilihan KP dan KBP dilakukan sesuai dengan aspirasi pemilik suara jika kondisinya seperti itu
Saat ditemui di kantor PSSI kemarin sore, Sekjen PSSI Nugraha Besoes menyatakan jika PSSI sudah membuka proses pencalonan untuk anggota KP dan KBP. Pencalonan dibuka sampai sebelum kongres digelar
Pria yang sudah puluhan tahun menjadi pejabat teras PSSI itu juga mengungkapkan, salah satu syarat seseorang bisa menjadi kandidat anggota KP dan KBP adalah minimal harus dicalonkan oleh lima pemilik suaraIni berbeda dengan syarat menjadi bakal calon Ketum PSSI, Waketum, dan anggota Exco yang bisa diusung oleh hanya satu suara saja
Syarat harus diusung minimal lima anggota itu menurut Nugraha hanya biar lebih efisien sajaTidak ada alasan lainTiga syarat menjadi anggota KP dan KBP adalah tidak berasal dari unsur pemerintah, tidak menjadi anggota Exco, dan tidak ada hubungan kekerabatan dengan pengurus PSSI
Mengenai banyaknya protes dari pemilik suara yang mengaku belum mendapat undangan Nugraha Besoes menyatakan mulai kemarin undangan sudah disebarkanSedangkan untuk Peraturan Organisasi (PO) PSSI sampai masih menunggu respond ari FIFA"Kami akan tunggu sampai nanti malam ( tadi malam-Red) atau besok ( hari ini-Red)Kalau FIFA menginstruksikan adanya perbaikan ya kita segera perbaiki," ujar Nugraha Besoes
Sementara Sekretaris Tim Perumus PO, Joko Driyono, menyatakan jika PO sudah diserahkan ke PSSI"Saat ini PO sudah di tangan Sekjen PSSI (Nugraha Besoes) untuk segera diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dan dikirim ke FIFAMengenai kelanjutannya, itu akan menjadi wewenang Sekjen untuk menjelaskan," kata Ibnu
Menurut Joko Driyono, ada delapan pasal yang telah dirumuskan dalam PO tersebutNamun pria asal Ngawi ini enggan menjelaskan lebih rinci mengenai isi pasal-pasal tersebut"Itu bukan wewenang kitaSilahkan tanya Sekjen saja," lanjutnya
PO itu sendiri akan menjadi dasar bagi penyelenggaraan dua kongres PSSI yang telah diinstruksikan oleh FIFA"Electoral Code (PO) Kongres PSSI ini kita buat dengan mengadopsi Standard Electoral Code FIFA, seperti yang ditentukan FIFA," kata Ibnu Munzir, ketua tim perumus PO(ali)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Sriwijaya Bidik Rekor Baru
Redaktur : Tim Redaksi