PT PP Rights Issue, 70 Persen untuk Investasi

Senin, 03 April 2017 – 01:42 WIB
PT PP. Ilustrasi/Foto dok JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - PT PP Properti Tbk (PPRO) berencana melakukan rights issue.

Jumlah saham yang ditawarkan mencapai 5,5 miliar lembar dengan nilai emisi Rp 1,54 triliun.

BACA JUGA: Pengusaha Kepri: Dunia Maritim Butuh Kepastian Hukum

Direktur Keuangan PP Properti Indaryanto optimistis investor akan menyerap rights isu itu.

Selain itu, ketiga penjamin emisi, yakni PT Bahana Securities, PT Danareksa Sekuritas dan PT Trimegah Securities juga siap menjadi pembeli siaga.

BACA JUGA: Bangun Pusat Riset di Banten, Apple Kucurkan Rp 586 M

"Dengan dana hasil rights issue tersebut, PPRO akan semakin gencar berekspansi. Dana rights issue senilai Rp 1,5 triliun akan digunakan untuk investasi pengembangan usaha sebesar 70 persen atau sekitar Rp 1,05 triliun, modal kerja sebesar 20 persen atau sekitar Rp 300 miliar, dan pembayaran sebagian besar utang sebesar sepuluh persen atau sekitar Rp 150 miliar," ujarnya di Jakarta, Kamis (30/3).

Pada 2017, lanjut dia, PPRO menargetkan pertumbuhan laba bersih sebesar 20 persen menjadi Rp 438 miliar.

BACA JUGA: Nih...Model Investasi Baru, Minat?

Pertumbuhan ini akan didorong oleh kenaikan marketing sales yang diperkirakan sebesar 20 persen menjadi Rp 2,99 triliun.

Menurutnya, pendapatan marketing sales akan ditopang oleh produk-produk residensial dan komersial perseroan yang semakin diminati konsumen.

PPRO akan mendorong penjualan produk-produk residensial di proyek-proyek eksisting,

Misalnya,  Grand Dharmahusada Lagoon Tower 2, Alton Tower 2, dan Amartha View Tower 2 serta proyek-proyek baru seperti Evencio, Embong Sawo, Malang, dan Victoria di Grand Kamala Lagoon.

Selain itu, PPRO juga akan memacu penjualan produk-produk komersial dan kontributor recurring income (pendapatan berulang).

Yaitu, dengan groundbreaking hotel baru di Lombok, Labuan Bajo, dan Surabaya.

Pada 2018, PPRO menargetkan akan memiliki lima hotel yang siap dioperasikan untuk meningkatkan pendapatan berulang. (ers)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Mayoritas Investor Bidik Sektor Energi


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler