Publik Bukan Diminta Urunan Dana untuk IKN, Tetapi Blended Finance dan Industri

Minggu, 03 April 2022 – 09:23 WIB
Kepala BIN Komjen Pol Budi Gunawan menyebut IKN Nusantara sebagai terobosan menguatkan ekonomi nasional. Foto: Natalia/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Kabar soal wacana melibatkan dana urunan masyarakat untuk pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara kini menjadi buah bibir publik.

Menanggapi itu, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal (Purn) Budi Gunawan mengatakan diskusi tentang sumber pendanaan pembangunan IKN Nusantara harus tetap dalam perpektif tujuan awalnya, yaitu sebagai pusat pertumbuhan baru perekonomian nasional.

BACA JUGA: Budi Gunawan: IKN Nusantara Dirancang Siap Menghadapi Pandemi  

Pertumbuhan yang selama ini terpusat di Jawa harus diperluas ke kawasan lain. Kalimantan dipilih karena posisi dan potensinya yang ideal untuk tumbuh berkelanjutan.

“Pemindahan IKN ke kawasan yang relatif mentah tapi sangat potensial ini berdasarkan visi ekonomi berkelanjutan; tidak hanya dari aspek lingkungan hidup, tapi juga aspek pertumbuhan ekonomi. Potensi ini yang sedang dikelola Pemerintah agar pada saatnya nanti dengan sendirinya akan menjadi mesin pertumbuhan secara berkelanjutan,” papar Budi Gunawan di Jakarta.

BACA JUGA: Kasus Edy Mulyadi Terkait IKN Tempat Jin Buang Anak Segera Disidang

Menurut Budi Gunawan, tahun ini pemerintah telah membangun infrastruktur dasar KIPP, dilanjutkan pembangunan istana dan gedung-gedung pemerintahan.

Ini dilakukan agar pemindahan aparatur negara sudah bisa dilaksanakan bertahap hingga 2024.

BACA JUGA: Firli Sebut KPK Sudah Bentuk Satgas Kawal Pembangunan IKN

Secara simultan pemerintah, melalui APBN, juga akan membangun infrastruktur dasar di seluruh kawasan IKN yang akan menjadi pemicu pembangunan berkelanjutan tadi.

“Pendanaan urunan masyarakat dalam pengertian filantropi atau sumbangan hanya sebagian saja, sebagai simbol gotong royong Bangsa mewujudkan ibu kota negaranya. Selebihnya, energi pertumbuhan IKN tetap berasal dari potensi ekonominya yang berkelanjutan,” lanjut Budi Gunawan.

Urun dana masyarakat dalam perspektif ekonomi berkelanjutan, menurut Budi, adalah skema pembiayaan campuran (blended finance) yang banyak diadopsi untuk menyukseskan proyek-proyek kolosal di berbagai belahan dunia.

Skema ini tidak hanya mampu mengumpulkan modal yang besar tetapi juga bisa memberikan energi pertumbuhan yang sangat panjang karena menyinergikan banyak sumber daya untuk satu tujuan besar.

“Skema blended finance ini diisyaratkan Undang-undang Nomor 13/2022 tentang IKN. Bahwa selain didanai dari APBN, pembiayaan IKN Nusantara juga menggabungkan dana yang diperoleh dari BUMN, potensi daerah, perbankan nasional, perusahaan swasta, hingga individu entrepeneur masyarakat. Skema ini dapat memenuhi kebutuhan pembiayaan IKN untuk menjadi pusat pertumbuhan 10, 20 tahun ke depan,” kata Budi Gunawan.

Tantangannya adalah bagaimana membuat instrumen dengan fitur keuangan berkelanjutan yang menarik.

Terutama, dengan menghilangkan atau menurunkan risiko-risiko dan menaikkan kelayakan investasi untuk jangka menengah dan panjang.

Dia menegaskan ini strategi besar dan berjangka panjang untuk masa depan IKN Nusantara.

Budi mengatakan belajar dari kegagalan pemindahan ibu kota negara lain, Indonesia harus mengoptimalkan potensi ekonomi berkelanjutan IKN Nusantara sejak awal.

"Antara lain menarik investasi untuk menumbuhkan kawasan dengan 6 klaster yaitu teknologi bersih, farmasi, pertanian, ekowisata, kimia, energi rendah karbon ditambah 2 klaster pendukung berupa pendidikan abad 21 dan smart city-pusat industry 4.0. IKN juga sangat potensial menjadikan superhub logistik untuk kawasan Tengah, Timur, dan Utara Indonesia. Kegagalan pemindahan ibukota negara lain karena absennya industri, ketiadaan energi pertumbuhan,” pungkas Budi Gunawan yang dikenal pemrakarsa pasukan intel khusus yang disegani. (flo/jpnn)


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler