JAKARTA -- Dirjen Pendidikan Tingi (Dikti) Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) Djoko Santoso menjelaskan, Kemdiknas tidak berhak meminta perguruan tinggi untuk mempublikasikan hasil penelitian yang dilakukanMenurutnya, masalah publikasi hasil penelitian merupakan otonomi perguruan tinggi.
“Sebuah penelitian yang berhak mempublikasikan adalah yang melakukan penelitian
BACA JUGA: Acuan Teknis Operasional Unas Sudah Diedarkan
Itu otonomi kampus, tidak bisa dipaksakan,” tegas Joko ketika ditemui di Gedung Kemdiknas, Jakarta, Rabu (16/2).Dijelaskan, dalam sebuah penelitian tentunya memiliki tujuan tertentu. Karena itu, lanjut Djoko, dalam hal penelitian susu formula harus dipertanyakan tujuannya, apakah untuk pengawasan atau untuk isolasi bakteri. Keduanya mempunyai tujuan berbeda
“Namun terkait dengan putusan MA, maka ini sudah merupakan kasus hukum
BACA JUGA: Diskriminasi Lulusan Pendidikan Keagamaan Segera Dihapus
Maka kami tidak berhak untuk menjelaskan, dan silahkan dianyakan pada ahli hukum,” kata JokoSecara terpisah, Menteri Kesehatan (Menkes), Endang Rahayu Sedyaningsih, memastikan susu formula yang beredar di masyarakat aman untuk dikonsumsi
BACA JUGA: Besok, Mendiknas dan Dubes Mesir Bahas Visa Mahasiswa
Selain itu, mengenai hasil penelitian IPB, menurutnya hanya diketahui oleh IPBAkan tetapi, semua susu formula yang beredar dijamin oleh Kementerian Kesehatan dan BPOM(cha/jpnn)BACA ARTIKEL LAINNYA... Kemdiknas Tunggu Kepastian Keamanan Mesir
Redaktur : Tim Redaksi