Puisi Esai Memperkaya Studi Tentang Indonesia

Sabtu, 10 Maret 2018 – 09:05 WIB
Pro kontra puisi esai. Foto: Rmol

jpnn.com - MUNCULNYA puisi esai sempat menuai kontra. Namun, sejumlah kalangan menganggap ada ciri yang membedakan  puisi biasa dengan puisi esai. Disebut puisi esai dinilai memperkaya studi tentang Indonesia.

Puisi esai bisa memberikan data sekunder mengenai sisi kultural, psikologis dan antropologis untuk memahami masyarakat Indonesia, dari Aceh hingga Papua.

BACA JUGA: Meninggal Karena Kolesterol, Mungkinkah?

"Puisi jenis lain tidak memberikan hal itu karena bahasanya terlalu ekslusif. Sedangkan bidang non-sastra kurang mengekspresikan sisi batin sebuah isu sosial," jelas kritikus sastra asal Sulawesi Tenggara Dr Rasiah M. Hum, dalam diskusi soal pro konta puisi esai ke 2, di Yayasan Budaya Guntur.

Guru bahasa dan penulis puisi esai Dhenok Kristianti, juga menceritakan pengalamannya.

BACA JUGA: 4 Kiat Mudah agar Kulit Berminyak Tidak Berjerawat

Menurut Dhenok, puisi esai mendekatkan puisi kembali kepada masyarakat. Isu yang diangkat puisi esai umumnya isu sosial yang memang sudah dikenal penduduk setempat.

"Apalagi yang istimewa, penulis puisi esai tak harus penyair. Sekitar 50 persen penulis puisi esai adalah dosen, jurnalis, aktivis, guru, bahkan ibu rumah tangga. Puisi tak lagi elitis namun kembali menjadi milik masyarakat," ujarnya.

BACA JUGA: Cara Mudah Merawat Sepatu Kulit

Isti Nugroho selaku tuan rumah Yayasan Budaya Guntur 49 mengatakan bahwa acara diskusi ini sengaja dikemas serius tapi santai.

Ada akademisi, pembaca puisi dan juga komedian yang membuat tertawa.

Sementara Denny JA yang dianggap penggagas puisi esai memilih tak hadir dalam diskusi.

Menurut Denny, biarlah publik yang bicara.

"Justru pembicaraan lebih apa adanya jika saya tak hadir," ujar Denny.

Nantinya bakal terbit 34 buku puisi esai di 34 provinsi yang melibatkan 170 penyair dan penulis. Mereka bersama memotret batin Indonesia.

Terlepas dari pro dan kontra yang ada, pembicara dalam diskusi mengamini telah lahir genre baru sastra Indonesia: Angkatan Puisi Esai. (rmo/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Hindari 5 Makanan ini Agar Nyeri Haid Berkurang


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler