Pulihkan Ekonomi, Azis Syamsuddin: Kita Perlu Belajar dari China

Kamis, 11 Maret 2021 – 21:00 WIB
Azis Syamsuddin. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin mendorong Indonesia belajar dari China dalam upaya percepatan pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi Covid-19.

Azis Syamsuddin mengatakan dalam menyikapi perkembangan ekonomi global di masa pandemi Covid-19 kerja sama dengan berbagai negara penting dilakukan agar perdagangan dapat ditingkatkan.

BACA JUGA: Azis Syamsuddin Sambut Hangat Tiongkok yang Pengin Jadikan Indonesia Pusat Vaksin

Mantan ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR ini menegaskan salah satu negara strategis yang dapat membantu percepatan pemulihan ekonomi Indonesia adalah China.

“Kita (Indonesia) perlu memperkuat hubungan bilateral yang sempat kurang aktif di masa pandemi kini dengan berbagai negara, salah satunya tentu dengan China. China merupakan mitra dagang yang penting bagi Indonesia,” kata Azis, Kamis (11/3).

BACA JUGA: Bank Dunia Tak Menyangka Ekonomi China Bangkit Secepat Ini

Sebelumnya pertumbuhan ekonomi berbagai negara bergerak negatif, namun produk domestik bruto (PDB) China positif.

China pun dinilai berhasil mengendalikan pandemi Covid-19 dan memulihkan kinerja ekonomi dengan baik.

BACA JUGA: Gangguan Jiwa Meningkat selama Pandemi, Nakes dan Pasien Covid-19 Butuh Hiburan

“Kita perlu belajar dari China,” tegas Azis.

Dia melanjutkan, dalam kenyataannya China mampu mengatasi pandemi Covid-19 ini dengan matang.

“Yang terpenting, terlepas dari situasi geopolitik yang berkembang, kita perlu terus meningkatkan hubungan diplomatik yang saling menguntungkan bagi kedua negara, khususnya di aspek ekonomi,” ujarnya.

Oleh karena itu, wakil ketua umum Partai Golkar ini mendorong pemerintah untuk terus meningkatkan kemitraan ekonomi dengan China agar ekspor Indonesia ke negara tersebut meningkat.

“China merupakan pasar yang besar di dunia, dan saat ini termasuk pasar yang paling stabil sehingga menjadi momentum meningkatkan perdagangan kita. Untuk itu, berbagai negosiasi perlu ditingkatkan agar dapat meningkatkan ekspor kita,” katanya.

Lebih lanjut, Azis berharap situasi geopolitik yang sedang berkembang di kawasan Indo-Pasifik tidak berdampak terhadap hubungan bilateral kedua negara.

“Sebagai negara yang menganut politik bebas aktif, kita harus bisa netral dalam isu geopolitik yang sedang berkembang,” ungkapnya.

Untuk itu, Azis mengatakan, Indonesia tidak boleh terjebak dalam kepentingan pihak mana pun.

“Justru harus memelihara hubungan diplomatik agar perdagangan tetap berjalan dan komunikasi antarmasyarakat kedua negara terpelihara dengan baik,” pungkasnya. (boy/jpnn)

 


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler