Puluhan Nasabah BNI Syariah Karimun Terkena Skimming

Selasa, 07 Agustus 2018 – 21:15 WIB
Ilustrasi. Foto: istimewa for jambiekspres

jpnn.com, KARIMUN - Puluhan nasabah bank di Karimun kembali menjadi sasaran kejahatan skimming. Setelah sebelumnya 10 nasabah BNI 46, kini giliran nasabah BNI Syariah Kantor Cabang Pembantu Tanjungbalai Karimun yang jadi korban.

Pantauan Batam Pos, puluhan nasabah yang menjadi korban skimming ini antre BNI Syariah Kantor Cabang Pembantu Tanjungbalai Karimun, Senin (6/7). Para nasabah itu sedang mengurus proses pendataan untuk pembayaran ganti rugi.

BACA JUGA: BNI 46 Akhirnya Ganti Uang 10 Nasabah yang Hilang Misterius

Mereka mengaku uang di rekening mereka mendadak hilang. Padahal mereka tidak pernah melakukan transaksi apapun.

Dina, misalnya. Dia baru sadar uang di rekeningnya hilang setelah mengecek saldo di mesin ATM BNI Syariah di Karimun, Jumat (3/8) lalu. Saat itu dia hendak mengambil uang untuk membayar gaji karyawannya.

BACA JUGA: 62 Warga Negara Bangladesh Terlantar di Tanjungbalai Asahan

"Pas saya cek saldo, kok berkurang. Langsung saya melapor ke pihak BNI Syariah cabang Tanjungbalai Karimun hari itu juga," katanya.

Setelah dicek pihak bank, saldo di rekening Dina memang berkurang Rp 6 juta dan diduga menjadi korban kejahatan skimming. Berdasarkan catatan transaksi yang ada, uang tersebut diambil pada Kamis (2/8) sekitar pukul 22.00 WIB.

BACA JUGA: Gergaji Teralis Sel, 4 Tahanan Rutan Karimun Berhasil Kabur

Namun pembobolan itu dilakukan dari Kuala Lumpur, Malaysia.

Saat membuat laporan pada Jumat (3/8) lalu, kata Dina, pihak BNI Syariah langsung memblokir ATM-nya dan kemudian diganti kartu baru. Namun kartu ATM baru tersebut menggunakan chip, bukan lagi magnetic stripe.

Bagi Dina, kasus hilangnya uang di rekening ini bukan kali pertama. Tahun 2016 lalu, dia merupakan satu dari 70 nasabah BNI Cabang Karimun yang menjadi korban skimming.

"Saldo yang hilang sebesar Rp 8 juta," ungkapnya.

Hal senada juga menimpa Fatma. Nasabah BNI Syariah Cabang Pembantu Tanjungbalai Karimun ini mengaku kehilangan sejumlah uang di rekeningnya.

Dia mengaku menyayangkan terulangnya kasus skimming tersebut. Menurut dia, kasus ini menunjukkan sistem
keamanan di bank belum terjamin.

"Kalau begini terus, sebagai nasabah saya sangat dirugikan," keluhnya.

Sementara itu Kepala Kantor Cabang Pembantu BNI Syariah Tanjungbalai Karimun, Nora, enggan memberikan pernyataan apapun terkait kasus dugaan skimming terhadap nasabahnya itu.

"Benar saya pimpinan di sini. Tapi di sini hanya kantor cabang pembantu yang hanya bisa memberikan pelayanan terhadap nasabah," kata Nora, kemarin.

Sedangkan Penjabat Sementara (Pjs) Manager Operasional BNI Syariah Cabang Batam Dadang Suhendra mengatakan, kasus dugaan skimming terhadap nasabah di Tanjungbalai Karimun itu masih diinvestigasi BNI Syariah pusat.

Jika memang terjadi pembobolan dana nasabah, pihaknya akan bertanggungjawab.

"Terkait nasabah yang merasa di-skimming itu nanti akan dikroscek kebenarannya. Apakah benar atau tidak. Terkait itu, sebenarnya yang lebih aman adalah dengan cepat segera diganti kartunya," ujarnya.

Dadang sendiri mengaku belum menerima laporan secara utuh dari cabang pembantu Tanjungbalai Karimun terkait dugaan skimming itu. Sehingga ia belum bisa banyak berkomentar.

"ATM-nya kita juga belum tahu. Biasanya itu dia pasang alat di mesin ATM. Saat ini kami masih bekerja sama dengan pihak BNI sendiri di cabang dan bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk penyelidikan lebih lanjut," tuturnya.

Sementara untuk nasabah BNI Syariah di Batam, Dadang menyebut sejauh ini pihaknya belum menerima adanya laporan kasus serupa.

Sebab selama ini pihaknya sudah melakukan sejumlah antisipasi. Misalnya memblokir kartu ATM nasabah yang terindikasi menjadi korban skimming.

Selanjutnya, nasabah yang kartu ATM-nya diblok itu akan dihubungi oleh petugas BNI secepatnya dan diminta datang
ke kantor cabang BNI Syariah terdekat untuk melakukan penggantian kartu.

"Jadi, untuk teknologinya itu ada di BNI pusat dan kita support. Indikasi-indikasi yang terbaca itu langsung kita amankan dari pusat. Diblokir buat tidak disalah gunakan. Kalaupun terbukti benar ada skimming dari hasil investigasi, akan lakukan pergantian," bebernya.

Dadang juga mengimbau kepada nasabah untuk melakukan tindakan pencegahan dan pengamanan. Yaitu dengan mengganti PIN kartu ATM secara berkala dan memastikan nomor PIN tidak diketahui orang lain.

Nasabah juga diminta ketika menggunakan kartu ATM di mesin ATM memastikan penginputan PIN-nya aman dan tidak diketahui orang lain untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

"Lihat juga ATM yang out brand yang beridiri sendiri. Harus lihat ada yang aneh atau tidak dari alatnya. Jangan percaya dengan call center yang memberikan nomor telepon kantor. Kalau terjadi sesuatu dan dekat kantor cabang segera temui costumer service kami atau kalau jauh hubungi call center resmi kami," tegasnya.(jpg/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Soal Dana Nasabah Hilang di BRI Kediri, Polisi Bilang Begini


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler