Punya Segudang Pengalaman, Kompol Yuni Harusnya Lebih Ganas Perangi Narkoba, Bukan Menyalahgunakan

Kamis, 18 Februari 2021 – 15:26 WIB
Ketua DPR Azis Syamsuddin. (ANTARA FOTO/ Reno Esnir/wsj/aa)

jpnn.com, JAKARTA - Mantan Kapolsek Astanaanyar, Kota Bandung, Jawa Barat, Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi diamankan Polda Jabar karena penyalahgunaan narkotika di sebuah hotel di Kota Bandung.

Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin menegaskan anggota Polri tidak seharusnya memberikan contoh yang tak baik kepada masyarakat.

BACA JUGA: 6 Fakta Kompol Yuni Purwanti, Bu Polwan Terjerat Narkoba

"Seharusnya anggota Polri harus memberikan contoh yang baik kepada masyarakat, bukan justru memberikan contoh yang tidak baik dengan melakukan penyalahgunaan narkoba," kata Azis, Kamis (18/2).

Mantan ketua Komisi III DPR itu menyayangkan segudang pengalaman yang dimiliki Kompol Yuni di bidang pemberantasan narkoba, tetapi malah terseret kasus penyalahgunaan barang haram itu.

BACA JUGA: Diduga Pimpin Anak Buahnya Berpesta Narkoba, Kompol Yuni Purwanti Pantas Dihukum Mati?

Menurut dia, Kompol Yuni pernah menduduki posisi penting dan berpengalaman di bidang narkoba, seperti Kasat Narkoba Polres Bogor, serta di Direktorat Narkoba Polda Jabar.

"Tentunya dengan segudang pengalaman yang ia jabat (harusnya) menjadi lebih ganas dalam memerangi narkoba, bukan justru malah ikut terlibat penyalahgunaan," katanya.

BACA JUGA: 983 Desa Masuk Kategori Bahaya Narkoba, Komjen Petrus Golose Gandeng Gus Menteri

Pimpinan DPR bidang koordinasi politik, hukum, dan keamanan, itu mengingatkan jangan sampai saat dirinya menjabat justru malah membantu para bandar narkoba untuk mengedarkannya.

"Propam harus mengusut tuntas dan melakukan penyelidikan lebih mendalam," ujarnya.

Azis mengharapkan pihak Polri dapat bersikap akuntabel dan transparan, dalam penegakan hukum maupun sanksi yang harus didapat oleh pelaku bila terbukti menyalahgunakan narkoba.

Azis meminta Polri ke depan harus melakukan tes rutin urine terhadap para personelnya. 

"Jangan sampai ada kesan Polri tertutup terhadap penanganan kasus anggotanya, baik dari sisi hukuman dan sebagainya, namun pada masyarakat justru sebaliknya. Jadi, jangan ada kesan penegakan hukum tajam ke bawah tumpul ke atas," tutupnya. (boy/jpnn)

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler