Pupuk Indonesia Pensiunkan Pabrik-pabrik Tua

Senin, 24 Oktober 2016 – 05:03 WIB
Ilustrasi. Foto dok humas PI

jpnn.com - JAKARTA - Pupuk Indonesia terus meningkatkan efisiensi di tengah kondisi menurunnya rate produksi.

Salah satu strategi yang diterapkan adalah dengan menekan konsumsi bahan baku gas lewat program revitalisasi.

BACA JUGA: Stok Pupuk di Semua Daerah Dipastikan Aman

“Karena usia pabrik yang rata-rata sudah tua dan menggunakan teknologi lama, pabrik urea kita termasuk boros konsumsi gasnya. Rata-rata pabrik kita sudah berusia di atas 20 tahun dan konsumsi gasnya sekitar 35 MMBTU/ton," ujar Direktur Utama PT Pupuk Indonesia, Aas Asikin Idat.  

Nantinya, pabrik-pabrik yang sudah tua dan boros itu akan dimatikan dan digantikan pabrik baru yang lebih efisien serta hemat energi dengan rata-rata konsumsi gas sektiar 25 MMBTU/ton.

BACA JUGA: Turunnya Harga Gas Amankan Ketahanan Pangan

Program revitalisasi yang telah berjalan antara lain pembangunan Pabrik Kaltim-5 di Bontang yang telah diresmikan Presiden Jokowi tahun lalu.

Kemudian Pusri 2B di Palembang yang diharapkan selesai tahun ini, serta pabrik Amurea 2 di Gresik yang ditargetkan beroperasi pada 2018.

BACA JUGA: AirNav Indonesia Operasikan 5 Radar Baru Rp 146 miliar

“Kami juga meningkatkan penghematan biaya distribusi, dan biaya-biaya non gas lainnya," tandas Aas.(chi/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Benoa Bakal Bersolek demi Wisata di Bali


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler