Penggunaan gas bumi untuk domestik digunakan untuk pembangkit listrik, bahan baku industri (pupuk, petrokimia dan industri lain), bahan bakar kilang, bahan bakar gas untuk rumah tangga dan bahan bakar gas untuk transportasi.
"Permintaan agar CBM dimasukkan ke dalam sumber pasokan gas domestik disampaikan oleh Perusahaan Gas Negara (PGN) guna membantu pasokan gas dalam negeri," kata Purnomo di kantornya, Jumat (03/4).
Pemerintah meyakini dari beberapa kontrak CBM yang telah ditandatangani di Sumatera Selatan, Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan, akan segera diperoleh gas CBM, sehingga bisa dialirkan ke Jawa untuk memenuhi kebutuhan gas di Jawa.
Dijelaskan Purnomo, potensi CBM di Indonesia sekitar 453,3 TCF yang tersebar di berbagai wilayah, terutama di Sumatera dan Kalimantan Timur
BACA JUGA: Pemerintah Kurangi Kuota Eksportir Nakal
Rinciannya; Sumatera Utara sebesar 52,50 TCF, Ombilin 0,50 TCF, Sumatera Selatan 183 TCF, Bengkulu 3,60 TCF, Jatibarang 0,80 TCF, Kutei 80,40 TCF, Barito 101,60 TCF, Pasir dan Asem-Asem 3 TCF, Tarakan Utara 17,50 TCF, Berau 8,40 TCF dan Sulawesi 2 TCF."Sampai saat ini, 7 wilayah kerja CBM yang telah diteken yakni Blok GMB Sekayu, Blok GMB Indragiri Hulu, Blok GMB Barito Banjar II, Blok GMB Bentian Besar, Blok GMB Sangatta dan Blok GMB Kutai
BACA JUGA: Carrefour Terancam Denda Rp 25 M
BACA JUGA: Pesanan iPhone Capai 5 Ribu Unit
BACA ARTIKEL LAINNYA... Kadin Dorong Ekspor Kertas ke Pakistan
Redaktur : Tim Redaksi