Purwokerto : Dishub Cek Kesiapan Jalan

Minggu, 29 Agustus 2010 – 12:02 WIB
PURWOKERTO-Kendaraan angkutan umum yang digunakan untuk melayani masyarakat selama arus mudik maupun balik harus dalam kondisi layakUntuk memastikan hal tersebut, Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dinhubkominfo) pun akan mengadakan uji kelaikan angkutan lebaran di Terminal Purwokerto.
   
Ditargetkan sebelum H-7, pemeriksaan angkutan lebaran sudah selesai dilakukan

BACA JUGA: Brebes : Volume Kendaraan Naik 20%

"Sebelum H-7 sekitar empat hari, kami akan turun ke terminal," kata Kabid Teknik Dinhubkominfo Otok Sugiharto
Uji kir tersebut dilakukan pada bus antar kota antar provinsi (AKAP) maupun antar kota dalam provinsi (AKDP) dan bus dalam kota yang menempuh rute jauh

BACA JUGA: Bandung : Tiket Balik Sudah Habis

Uji kelayakan dilakukan dengan sangat ketat, dalam hal ini pemeriksaan secara intensif pada bus-bus yang melayani masyarakat.
   
Selain kondisi fisik kendaraan, kelengkapan surat jalan juga menjadi sasaran pemeriksaan petugas Dinhubkominfo
Otok mencontohkan, bus tak layak jalan itu kondisinya antara lain asap kendaraan, kondisi ban, wiper atau pembersih kaca depan kendaraan, lampu sein, klakson, rem tidak berfungsi optimal, dan pada bagian setir terasa kocak serta kerusakan lainnya yang dapat membahayakan penumpang maupun pengguna jalan.
   
Jika setelah uji kir masih ada kendaraan yang belum diperbaiki, mereka akan diberi peringatan

BACA JUGA: Warga Perbatasan Mulai Cemas

Namun jika setelah mendapat peringatan kondisinya belum berubah, kendaraan tidak kami izinkan beroperasiDari pengalaman tahun lalu, masih ada beberapa kendaraan yang tidak layak operasional sebagai angkutan lebaran
   
Untuk itu, pihaknya meminta kepada para pengusaha bus yang menyediakan jasa angkutan lebaran supaya aktif memperhatikan dan memperbaiki kerusakan-kerusakan yang terjadi pada armadanya, terutama pada bus-bus AKAP dan AKDP karena kendaraan menempuh perjalanan jarak jauh.
   
Satu hal yang perlu diperhatikan, pengusaha angkutan adalah, menyediakan alat tanggap darurat di dalam bus berupa palu untuk memecahkan kaca jika terjadi suatu kecelakaan"Alat tersebut harus bisa dilihat dan dijangkau para pengguna jasa angkutan umum," ujar diaUji kelayakan kendaraan tersebut, lanjut Otok digelar untuk memberikan kenyamanan kepada pemudik yang memanfaatkan jasa angkutan umum"Jangan sampai terjadi hal fatal karena kondisi kendaraan yang tidak baik," tambahnya(nun)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Bangun Perbatasan Negara, Kaltim Siapkan Rp 150 M


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler