Pusat Pangkas Ratusan Miliar APBD Batam

Rabu, 07 Desember 2016 – 03:03 WIB
Muhammad Rudi. Foto: dokumen JPNN

jpnn.com - BATAM - Pemerintah pusat memangkas Rp 118 miliar Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2017 dari Rp 2,5 triliun yang diajukan Pemko Batam. 

Alhasil, Pemko Batam harus kembali merombak Kebijakan Umum Anggaran (KUA) Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Kota Batam.

BACA JUGA: KPU Tetapkan Data Pemilih Tetap Pilkada 2017

Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengatakan pemangkasan APBD 2017 karena adanya pemotongan dana transfer dari Pemerintah pusat. Sehingga APBD 2017 harus dikurangi dari Rp 2,5 triliun menjadi Rp 2,4 triliun.

"Apalagi pendapatan asli daerah (PAD) Batam tidak seperti yang dibayangkan. Turun," terang Rudi di Kantor Walikota Batam seperti diberitakan batampos (Jawa Pos Group).

BACA JUGA: Istri Dipaksa Minum Air Kencing, Payudara Melepuh, Kemaluan Diinjak

Menurut dia, sebelumnya Pemko Batam telah merencanakan APBD 2017 sebesar Rp 3 triliun. Namun karena adanya devisit anggaran, pihaknya pun pesimis jika angka itu akan disetujui. 

Karena itu, pihaknya pun kembali merancang KUA-PPAS dengan pagu APBD untuk 2017 sebesar Rp 2,7 triliun, tapi lagi-lagi Menteri Keuangan meminta daerah untuk berhemat sehingga angka APBD untuk Pemko Batam dikurangi menjadi Rp 2,5 triliun.

BACA JUGA: Kontraktor Terancam tak Dapat Proyek Tahun Depan

"Perkiraan kita kemarin sesuai Perda (Peraturan Daerah) yang baru yang kita ajukan, tapi karena pemotongan ini, kita pakai Perda lama," terang Rudi.

Dia juga tak menapik, PAD Batam tahun ini jauh dari target yang telah direncanakan. Mengingat adanya penghentian Izin Peralihan Hak (IPH) di Badan Pengusahaan (BP) Batam , sehingga Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) tersendat.

"Kita koreksi semua kegiatan, mana yang prioritas, itu yang akan kita dahulukan," ungkap Rudi.

Dijelaskannya, beberapa bidang yang akan menjadi prioritas Pemko Batam dalam penggunaan anggaran adalah pendidikan, kesehatan dan pembangunan infrastruktur. Sementara untuk kegiatan seremoni dan perjalanan dinas para PNS akan dikurangi.

"Kita potong kegiatan-kegiatan seremonial dan perjalan dinas. Kita dahulukan yang penting untuk masyarakat," tegas Rudi. (she/ray/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pembangunan Bandara Molor Lagi.. Molor Lagi...


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler