Putra Kiai Terkurung di Rumah

Kehabisan Bekal, Bank Tutup

Minggu, 06 Februari 2011 – 10:43 WIB

CIAMIS – Putra pertama Pimpinan Pondok Pesantren Al Hasan Ciamis KH Muhammad Syarif Hidayat, H Ilan Muhammad Fauzan terjebak di Kairo MesirMuhammad Fauzan kepada orangtuanya mengaku kehabisan uang karena Bank/ATM tak beroperasi.

"Barusan (kemarin, red) saya menghubungi anak saya di Mesir

BACA JUGA: Biaya Hidup Selangit Susahkan Mahasiswa

Anak saya kehabisan uang
Situasi Mesir mencekam

BACA JUGA: Kakak Berhasil Bunuh Sadat, Adik Gagal Habisi Mubarak

Anak saya terkurung di rumah
Untuk keperluan makan mengandalkan kiriman dari KBRI,” katanya kepada Radar Tasikmalaya (Grup JPNN).

Kiai Syarif mengaku cemas dengan kondisi anaknya

BACA JUGA: Oposisi Mesir Belum Satu Suara

Sebab, bekal anaknya sudah menipis, sementara tak ada bank yang buka saat ini di KairoPadahal belum ada kepastian kapan anaknya mendapat giliran evakuasiKiai Syarif hanya bisa pasrah mengetahui situasi di Mesir saat iniAnaknya, yang sedang kuliah di Universitas Al-Azhar berharap segera dievakuasi oleh pemerintah

"Anak saya terjebak bersama mahasiswa lain asal Indonesia di KairoDia bersama rekan-rekannya terkurung dan tak bisa keluar bangunan, mudah-mudahan saja Allah memberi keselamatan," kata Syarif

Dikatakan Syarief, saat ditelepon, anaknya mengatakan, kondisi Kairo  yang menjadi basis aktivis oposisi membuatnya cemasApalagi saat ini perbekalan mereka nyaris habis.  "Transaksi melalui bank tidak bisa, sementara makanan di toko-toko harganya jadi mahal, dan sulit," imbuh Syarif

Kiai Syarif berharap Kedutaan Besar RI (KBRI) di Kairo mengimbau WNI untuk tidak terlibat dalam konflik serta segera melakukan evakuasi.  “Transportasi untuk pemulangan masih terbatas, begitupun akses menuju bandara sangat susahAnak saya mengabarkan kondisi mahasiswa banyak yang terkurung karena menuju bandara sulit,” terangnya.

Ketua Alumni Pondok Pesantren Miftahul Huda (Hamida) Kabupaten Ciamis ini berharap anaknya segera dipulangkan dari Kairo dengan selamatDia juga berharap pemerintah menyediakan alat transportasi yang memadai, sebab hanya satu pesawat terbang yang bisa digunakan untuk evakuasi“Mudah-mudahan konflik segera selesai dan para pelajar bisa kembali kuliah,” terangnya(yza)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pulang Setelah Dua Hari Telantar di Jakarta


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler