Putra Mantan Presiden Yaman Bersumpah Bakal Balas Dendam

Rabu, 06 Desember 2017 – 07:07 WIB
Mantan Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh. Foto: Reuters

jpnn.com - Kematian mantan Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh di tangan pemberontak Houti membuat kemarahan putranya meledak. Ahmed Ali Saleh bersumpah akan meneruskan kepemimpinan ayahnya dan melancarkan balas dendam.

’’Saya akan memimpin pertempuran sampai anggota Houthi yang terakhir didepak dari Yaman,’’ bunyi pernyataan Ahmed sebagaimana dilansir saluran televisi milik Saudi, Al Ekhbariya, Selasa (5/12).

BACA JUGA: Babak Baru Perang Saudara Yaman, Situasi Bakal Makin Parah

’’Ambil kembali Yaman dari militan Houthi yang didukung Iran,’’ tambahnya.

Saleh mengklaim bahwa ayahnya tak melarikan diri, tetapi tewas di dalam rumahnya sambil menenteng senjata untuk melawan Houthi. Saat ini Ahmed yang juga mantan pemimpin Garda Republik Yaman itu mengasingkan diri di Uni Emirat Arab (UEA).

BACA JUGA: Kepala Mantan Presiden Yaman Didor Sniper Houti

Profesor bidang penelitian Timur Tengah di Grand Valley State University Gamal Gasim menegaskan, jika ingin mengambil alih pasukan yang ditinggalkan ayahnya dan memimpin perlawanan, Ahmed harus kembali ke Yaman secepatnya.

’’Waktunya sangat penting. Jika ingin usaha pengambilalihan tersebut berhasil, mereka harus bergerak kurang dari 48 jam,’’ ujarnya. Pasukan yang ditinggalkan Saleh kemungkinan kini dipimpin keponakannya, Tareq Mohammed Abdullah Saleh. (sha/c22/any)

BACA JUGA: Aliansi Bergeser, Pemberontak Serbu Rumah Eks Presiden

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Trump Bakal Akui Jerusalem Ibu Kota Israel


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler