Qodari: Apa Ya, Senjata Tim Cyber Polri?

Kamis, 29 September 2016 – 20:23 WIB
Direktur Eksekutif IndoBarometer M Qodari (kanan) bersama anggota DPR dari Fraksi PDIP Masinton Pasaribu (tengah) dan Kabagpenum Div Humas Mabes Polri, Kombes Rikwanto (kiri) menjadi pembicara diskusi dialektika demokrasi bertajuk "Awas! Sanksi Tegas Incar Penggiat Medsos di Pilkada 2017" di Pressroom DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (29/9). FOTO: Dok.JPNN.com

jpnn.com - JAKARTA - Direktur Eksekutif IndoBarometer M Qodari menyatakan pilkada DKI Jakarta merupakan ujian nasional untuk membuktikan bahwa warga ibu kota ini beradab atau tidak.

"Pilkada DKI merupakan tes nasional kita. Apakah, pilkada ini akan jadi ajang pembuktian warga Jakarta ini beradab atau lawannya?," kata Qodari, di acara Dialektika Demokrasi "Awas! Sanksi Tegas Incar Penggiat Medsos di Pilkada 2017" di pressroom DPR, Senayan Jakarta, Kamis (29/9).

BACA JUGA: Jokowi Ingin Hukum Direformasi, Ini Masukan Kapolri

Salah satu faktor penentu agar pilkada ini jadi ajang pembuktian bahwa warga DKI beradab, lanjutnya, sangat tergantung kepada kinerja Tim Cyber Polri.

Oleh karena itu, Qodari meminta Polri mengungkap saja kekuatan Tim Cyber Polri dan menjelaskan prosedur tetap (protap) yang dimiliki oleh tim cyber.

BACA JUGA: Jadi Incaran KPK, Istri Irman Gusman Mangkir

"Bersama kita di acara ini ada Pak Kombes Rikwanto. Mohon jelaskan juga ke publik protap Tim Cyber Polri ini dalam menjalankan tugasnya. Jangan jawabannya di dunia maya juga karena sulit mengukurnya," pinta Qodari.

Selain itu, akhir-akhir ini sering didengar bahwa Tim Cyber Polri sudah sering melakukan patroli. Begitu ada kata patroli ujar Qodari, publik memahaminya sebagai sebuah aktifitas aparat keamanan yang dilengkapi dengan senjata.

BACA JUGA: Sebelum Transaksi Suap dengan Rohadi, Kakak Saipul Berpesan...

Karena ini patroli cyber, lanjutnya, apakah timnya juga bawa senjata? Ini harus klir terlebih dahulu agar patroli cyber tidak menjadi aktifitas siskamling yang juga bawa senjata.

"Mestinya tidak bawa-bawa senjata, tapi teknologi informasi yang memadai," pungkasnya.(fas/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pemahaman Pancasila Luntur, Paham Radikal Subur


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler