Ratusan Kepala Keluarga di Kapungan Mendadak jadi Orang Kaya

Senin, 17 Mei 2021 – 16:17 WIB
Ruas Jalan Solo-Jogja di Desa Somopuro, Kecamatan Jogonalan yang akan terhubung exit tol. Foto: ANGGA PURENDA/RADAR SOLO

jpnn.com, KLATEN - Ratusan kepala keluarga di Desa Kapungan, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah mendadak menjadi orang kaya baru.

Itu gara-gara proyek tol Solo-Jogja di Klaten.

BACA JUGA: 531 Warga Desa Mendadak jadi Jutawan, Ada yang Dapat Sampai Rp 1 Miliar

Desa Kapungan merupakan salah satu wilayah terdampak proyek tol.

Luas lahan terdampak proyek strategis nasional (PSN) itu mencapai 23 hektare. Di desa itu rencananya menjadi salah satu titik dibangunnya simpang susun tol alias junction.

BACA JUGA: Mendadak jadi Jutawan, 15 Keluarga Mundur dari PKH

Total, 207 bidang di Desa Kapungan bakal terkena proyek jalan bebas hambatan tersebut.

Areal yang kena didominasi areal persawahan. Ratusan bidang tanah tersebut dimiliki 187 KK. Nah, ratusan KK itu yang sekarang jadi OKB, derajat mereka berubah jadi tuan tanah.

BACA JUGA: Dapat Hukuman dari Gubernur Sumbar, Sekretaris Daerah Berbaris Terpisah, Diproses

Uang ganti rugi (UGR) yang mereka terima jumlahnya fantastis. Antara ratusan juta hingga miliaran rupiah per KK.

Namun, jumlah tersebut masih bisa berubah. Tidak sebatas 187 KK itu saja. Karena mungkin ada KK lain yang kecipratan UGR, mengingat rata-rata lahan yang terdampak merupakan tanah warisan.

“Mata pencarian warga kami mayoritas petani. Sebagian warga yang menerima uang ganti rugi akan beli sawah lagi. Malah ada yang sudah beli sawah di luar desa. Salah satunya di wilayah administrasi Kecamatan Karanganom,” kata Kepala Desa Kapungan Rahim Fauzi kepada Radar Solo.

Kades memebenarkan bahwa lahan terdampak proyek tol Solo-Jogja mayoritas tanah warisan. Masih atas nama orang tua masing-masing.

Ketika menerima UGR, akan dibagi rata kepada ahli waris yang berhak. Minimal per anak bisa kantongi warisan ratusan juta rupiah.

“Ada yang dapat lumayan banyak, sehingga bisa dibelikan tanah lagi. Ada juga sistemnya dibelikan tanah atau sawah dulu, baru sisanya dibagi ke anak-anaknya. Memang mayoritas merupakan tanah warisan. Dan dibelikan tanah pengganti,” imbuh kades.

Usai terima UGR, kades mengaku status perekonomian warganya terkerek.

Termasuk 15 KK yang terdaftar dalam keluarga penerima manfaat (KPM) program keluarga harapan (PKH). Mereka secara sukarela mengundurkan diri dari program bantuan pemerintah tersebut.

“Sebenarnya ada 20 KPM yang terdampak tol dan menerima uang ganti rugi. Namun, baru 15 yang mengundurkan diri. Kami upayakan pendekatan dan pendampingan khusus. Supaya mereka ikhlas melepas status KPM,” kata Pendamping PKH Kecamatan Polanharjo Alan.(ren/fer/dam/rs/jpr)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Satgas Nemangkawi Gerebek Rumah Adat Papua, Temukan Barang Mengerikan


Redaktur & Reporter : Adek

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler