Ratusan Ribu Kelas Rusak, Kemendikbud Diminta Bertindak

Selasa, 22 Mei 2018 – 15:25 WIB
Puji Pur Sucahyo, kepala SDN Wonokerto III memeriksa kondisi ruang kelas kosong yang atapnya roboh. Foto: Icuk Pramono/Radar Ngawi/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Ketua DPR Bambang Soesatyo mendesak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) merespons rusaknya ratusan ribu ruang kelas sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA) di berbagai daerah di Indonesia.

Berdasar Ikhtisar Data Pendidikan dan Kebudayaan Kemendikbud 2017/2018, ada 151.509 ruang kelas di jenjang SD, SMP dan SMA mengalami rusak berat. Sedangkan 118.899 ruang kelas masuk kategori rusak sedang.

BACA JUGA: Ingat, Masuk SD Negeri Bebas Pungutan

Menurut pria yang karib disapa Bamsoet ini, perlu dukungan anggaran agar ratusan ribu kelas yang rusak bisa segera diperbaiki.

Karena itu, dia meminta Komisi X DPR memberikan bantuan alokasi anggaran kepada Kemendikbud untuk meningkatkan sarana dan prasarana sekolah.

BACA JUGA: Guru jadi Pemicu Siswa Bersikap Radikalisme dan Intoleransi

“Suasana belajar harus nyaman dan aman,” ujar Bamsoet, Selasa (22/5).

Bamsoet menambahkan, sebaiknya Kemendikbud segera menggandeng dinas pendidikan di daerah untuk memperbaiki ruang kelas yang rusak. Menurutnya, ruang kelas yang rusak tidak hanya tak nyaman, tapi juga membahayakan.

BACA JUGA: Ini Rekomendasi FSGI untuk Membendung Radikalisme di Sekolah

“Jadi tingkatkan anggaran dalam APBD untuk memperbaiki ruang kelas yang rusak untuk mencegah terjadinya kecelakaan atau runtuhnya atap ruang kelas yang dapat membahayakan siswa serta guru,” tandas dia. (boy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Menristekdikti Klaim Pelaksanaan SBMPTN 2018 yang Terbaik


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler