Ratusan Wanita Kanada Demo Sambil Bertelanjang Dada, Ini Fotonya...

Minggu, 02 Agustus 2015 – 19:15 WIB
Pawai tersebut berlangsung sehubungan dengan insiden yang melibatkan tiga perempuan bersaudara, yakni Tameera, Nadia, dan Alysha Mohamed. Foto: AP

jpnn.com - KANADA - Ratusan perempuan Kanada menggelar aksi protes dengan long march sembari bertelanjang dada di Waterloo, Ontario, pada Sabtu (1/8) kemarin.

Pawai bertajuk "Buka baju bersama kami" berlangsung setelah tiga perempuan bersaudara dihentikan polisi lantaran bersepeda tanpa memakai baju.

BACA JUGA: Pemimpin Baru Taliban: Pejuang Harus Bersatu dan Terus Berjihad

Sambil berjalan para demostran juga membawa beragam spanduk bertuliskan kata-kata seperti, 'Itu payudara, bukan bom. Santai sajalah' dan 'Bugil bukanlah seksual.'

Pawai tersebut berlangsung sehubungan dengan insiden yang melibatkan tiga perempuan bersaudara, yakni Tameera, Nadia, dan Alysha Mohamed. Mereka bersepeda sambil membuka baju di Kota Kitchener yang berdekatan dengan Kota Waterloo  bulan lalu. 

BACA JUGA: Kambing Bertuliskan Muhammad Ini Ditawar Rp 5 Miliar

Ketiganya mengatakan seorang polisi kemudian menghentikan mereka dan menyuruh mereka berpakaian. Namun, ketika mereka menanyakan kepada sang polisi, dia mengatakan mereka dihentikan karena alasan keamanan bersepeda.

Tiga saudara mengatakan bahwa mereka menanggalkan baju mereka karena saat itu adalah musim panas. Aksi polisi itu membuat mereka mengajukan keluhan resmi. 

BACA JUGA: Gadis 14 Tahun yang Diperkosa Dokter Ini Akhirnya Diizinkan Aborsi

Salah satu dari tiga bersaudara itu merupakan penyanyi Kanada dengan nama panggung Alysha Brilla merupakan peraih penghargaan nominasi.

"Saya pikir orang-orang tidak akan begitu terganggu dengan payudara perempuan. Kami hanya ingin mendukung dan membuat orang paham bahwa mereka juga memiliki hak," ujar penyanyi tersebut.

Peraturan di Ontario menegaskan perempuan berhak untuk bertelanjang dada. Peraturan itu diluncurkan setelah Pengadilan Banding meloloskan permohonan Gwen Jacobs yang dihukum karena melepaskan bajunya pada tahun 1991.

Pengadilan menyatakan aksi Jacobs kala itu tidak merendahkan derajat dan martabat perempuan di depan umum. (BCC/ray/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Tiga Wanita Ini Berhasil Menipu Anggota ISIS Hingga Puluhan Juta Rupiah


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler