Ratusan Warga Nusukan Solo Mulai Mengosongkan Rumah Mereka, Lihat

Rabu, 24 November 2021 – 10:00 WIB
Beberapa warga Nusukan membantu menaikkan perabot rumah tangga milik Parni ke mobil angkut, Selasa (23/11). Foto : Romensy Augustino.

jpnn.com, SOLO - Ratusan warga Nusukan, Surakarta yang tinggal di bantaran jalur rel mulai mengosongkan rumah mereka menyusul pembangunan Jalur Ganda Fase 1 Solo-Semarang (Solo Balapan-Kadipiro).

Warga Nusukan Solo yang meninggalkan rumah itu sudah menerima santunan dari pemerintah melalui PT KAI. Selanjutnya, bangunan yang terkena jalur rel Ganda Fase 1 Solo-Semarang tersebut bakal dihancurkan.

BACA JUGA: Pelaku Vandalisme terkait Persis Solo Siap-Siap Saja, Anda Dicari Gibran

Pemerintah pusat melalui Balai Perkeretaapian Jawa Tengah (Jateng) telah mengalokasikan anggaran Rp 32 miliar untuk santunan kepada 522 kepala keluarga (KK) di 4 kelurahan, yakni Joglo, Banjarsari, Gilingan, dan Nusukan.

Parni Yoga (50), warga Bonorejo RT 04/RW 017 Kelurahan Nusukan, Banjarsari, Surakarta mulai memindahkan perabot rumahnya ke lokasi tempat tinggal barunya setelah mendapat uang santunan sebesar Rp 65 juta.

BACA JUGA: YN Hamil Setelah 5 Kali Dicabuli, Pelakunya Ternyata, Astagfirullah

Dibantu para tetangga, ibu empat orang anak itu berencana  menempati rumah peninggalan orang tuanya di Sumber Nayu, Surakarta.

Parni adalah salah satu dari 244 warga Nusukan yang harus pindah karena rumah yang ditempatinya dibangun di atas tanah milik PT KAI.

BACA JUGA: Erick Thohir & Toilet Gratis di SPBU, Sentilan Arief Poyuono Menohok

Namun, dia merasa jumlah santunan yang diberikan pemerintah belum sesuai harapan.

"Kalau ditanya sesuai, jumlah sebegitu ya tidak sesuai. Di sini kurang lebih sudah 21 tahun," kata Parmi saat ditemui JPNN.com, Selasa (23/11).

Perempuan itu mengaku sudah membuka usaha warung makan yang terletak di depan rumahnya sejak 10 tahun yang lalu. Dia pun merasa bingung karena di tempat tinggal barunya nanti belum ada lokasi untuk membuka usaha serupa.

"Sementara, warung nanti tutup karena belum ada lokasi yang bisa digunakan, padahal usaha ini untuk mencukupi kebutuhan setiap hari," ucapnya.

Lurah Nusukan Utik Sri Wahyuni menuturkan seluruh warganya yang terdampak proyek Jalur Ganda Fase 1 Solo-Semarang telah mendapatkan uang santunan yang diserahkan pada 17-19 November lalu.

"Yang terdampak adalah warga yang tinggal dan mendirikan tempat usaha di bantaran rel. Dari sebelah selatan Simpang Joglo hingga bantaran rel sebelah utara Kali Pepe," jelasnya.

Menurut Utik, kemungkinan hanya ada satu atau dua keluarga yang masih mencari tempat tinggal baru karena sosialisasi sudah dilakukan sejak beberapa bulan lalu.

BACA JUGA: Kalimat Bambang Pacul Ini Diarahkan kepada Arteria Dahlan

Utik menegaskan seluruh warga yang mendirikan bangunan mendapat perlakuan sama, baik yang berstatus KTP Surakarta atau luar Kota Solo.

"Yang dinilai, kan, bangunannya, bukan status kependudukannya," sambung dia.

Peraturan Menteri (Permen) ATR/BPN menetapkan besaran nilai santunan dihitung oleh tim berdasarkan nilai bangunan, pohon tumbuh yang ada di tanah, dan biaya untuk sewa rumah selama 6 bulan.

Proses pemberian santunan berakhir Selasa (23/11). Warga diberikan waktu seminggu untuk membongkar bangunan tempat tinggal mereka sekaligus melakukan proses pindah rumah.(mcr21/jpnn)


Redaktur : M. Fathra Nazrul Islam
Reporter : Romensy Augustino

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler