Razia, Pejabat Ini Kebingungan, Eh… Polisi Temukan Miras dan Wanita

Jumat, 14 April 2017 – 23:01 WIB
Ilustrasi. Foto: dokumen JPNN

jpnn.com, JAMBI - Mantan Kepala UPTD Jasa Konstruksi (Jakon) Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Jambi, Martayadi, terjaring razia gabungan dari Polresta Jambi dan Polsek Kotabaru, Rabu (12/3) malam.

Saat itu, Martayadi yang mengendarai mobil Mitsubishi Pajero Sport putih BH 1245 HA bersama seorang wanita melaju dari arah Jalan Lingkar Barat.

BACA JUGA: Eks Pejabat Tengah Malam Bersama Wanita, Katanya Staf

Saat dihentikan polisi, pria berbadan tegap itu terlihat sedikit kebingungan.

Dia juga mencoba mengajak anggota untuk ke Polsek Kotabaru. “Nanti ke polseknya. Sekarang kita periksa dulu, kenapa bersikeras,” kata salah satu polisi pada Martayadi, yang saat itu mengenakan lacak. Dia juga sempat menutup wajahnya dari kamera wartawan.

BACA JUGA: Dua Kaki Petani Ini Hancur Diserang Beruang Madu

“Apa-apaan ini, kenapa sampai diliput wartawan,” kata dia sepeti dilansir Jambi Independent (Jawa Pos Group) hari ini.

Anggota lalu menggeledah isi mobilnya. Di dalamnya ada satu botol minuman keras (miras) merek Chivas Regal yang sudah hampir habis. Tak hanya itu, polisi juga menemukan tanda pengenal atas nama Fatmawati dan Ade Setiyadi.

BACA JUGA: Sadis Banget, Kepala Dihantam Velg Lalu Dibenam ke Rawa

“Ini kartu nya banyak, ada PU, KPK,” kata polisi. Menurut Martayadi pada polisi, kartu bernama Ade Setiyadi adalah pemilik mobil yang dipakainya. Polisi juga mendapati beberapa plat mobil di dalam. Dari beberapa plat hitam seperti BH 1497 EI, BH 71 IA, ada satu plat merah BH 8 SZ.

Sementara itu, wanita yang dibawanya, menurut dia adalah staf dia di kantor. Wanita itu pun mengatakan, kalau dia dari rumah. “Saya nggak ngapa-ngapain,” kata wanita itu, yang lantas dibawa petugas ke Mapolsek Kotabaru bersama Martayadi.

Razia yang dilakukan di simpang empat Paal 10, gerbang masuk Kota Jambi ini merupakan rangkaian dari Operasi Pekat. Puluhan kendaraan roda dua dan empat dihentikan dan diperiksa.

Dalam razia itu banyak didapati pelanggaran pengendara yang tidak membawa surat kendaraan. Salah satunya remaja berusia 17 tahun yang mengendarai Honda Jazz. Saat ditanya polisi, dia mengaku surat mobil ada di orang tuanya. Remaja ini mengaku bahwa orang tuanya adalah asisten bupati di Kabupaten Sarolangun.

Meski demikian, polisi tidak gentar. Petugas meminta agar orang tua anak tersebut membawa surat kendaraannya ke Polsek Kota Baru. “Kita tak pandang bulu. Semua kita periksa,” kata Kanit Reskrim Polsek Kotabaru Ipda Taroni Zebua, yang juga ikut melaksanakan razia.

Tak lama, sebuah mobil Toyota Yaris warna putih pun melintas. Saat dihentikan, di dalamnya ada pria yang duduk di bangku supir, dan seorang wanita. Dari plat kendaraannya, mereka dari kawasan Kepri.

Wanita berambut pirang ini sempat histeris saat digeledah polisi. “Ada apa ini pak. Kok rame-rame ini pak,” katanya. Saat digeledah, polisi ternyata menemukan sepuncuk air soft gun laras pendek, berikut amunisinya.

Menurut wanita itu pada petugas, dia memang sengaja membawa air soft gun itu karena sedang mengawal truknya ke Jambi. “Izinnya ada kok pak. Surat-surat semua juga lengkap,” kata dia dengan mimik cemas.

Sementara itu Kapolsek Kota Baru AKP Hendra Wijaya Manurung, mengatakan operasi pekat ini serentak dilaksanakan di seluruh Indonesia. Kata dia, beberapa pelanggaran yang ditemukan selama razia yang berlangsung dua jam itu, akan diproses sesuai ketentuan.

Menurut dia, untuk pengendara yang kedapatan membawa miras, akan diserahkan ke Satresnarkoba Polresta Jambi untuk dites urinenya. “Kalau untuk pemilik air soft gun, sudah kita periksa dan memang ada izinnya,” kata dia. (cr04/rib)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Oh.. Begini Cara Kurir Narkoba Kelabui Petugas Bandara


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler