Realisasi BLT Capai 55,16 Persen

Senin, 28 Juli 2008 – 17:24 WIB

JAKARTA-Perkembangan penyaluran dana bantuan langsung tunai (BLT) sangat bergantung pada percepatan verifikasi data rumah tangga sasaran (RTS)Namun, penyaluran dana BLT tahap I diyakini tidak akan ada akumulasi pemberian dana BLT

BACA JUGA: KPK Periksa 2 Mantan Gubernur Jabar

“Kecepatan realisasi bayar nasional BLT sangat bergantung pada kemampuan daerah dalam mendistribusikan, yang paling penting adalah bagaimana daerah mampu melakukan verifikasi siapa yang layak dapat,” kata Direktur Penanggulangan Kemiskinan Bappenas Endah Murniningtyas, di Jakarta, pada Senin (28/7)

Lebih lanjut ia mengatakan upaya verifikasi RTS dana BLT diusahakan akan semakin baik pada Agustus mendatang
Berdasarkan hal tersebut dana BLT diyakini sudah bisa tersalurkan secara keseluruhan

BACA JUGA: Pertamina Sangkal Tuduhan ICW

“Kita akan terus melakukan verifikasi, tiap hari akan mengalami perubahan,  Agustus target kami secara keseluruhan sudah tersalurkan,” tambahnya.

Untuk tingkat penyerapan BLT hingga pekan 28 Juli 2008 sekitar pukul 13:16 WIB telah mencapai Rp 3,146 triliun
Angka tersebut diperkirakan mencapai sekitar 55,16 persen dari total dana yang dialokasikan sebesar Rp 14,1 triliun

BACA JUGA: Sekretaris Al Amin Mengaku Antar Amplop

Bila melihat dari sisi RTS, jumlah RTS yang telah menerima dana BLT yakni 10.489.584 RTS dari total sasaran 19.018.058 RTS.

Realisasi tingkat penyerapan tertinggi saat ini adalah DKI Jakarta, yaitu 148.671 RTS atau 94,39 persen dari total 157.515 RTSSedang nominal dana BLT yang sudah dibagikan telah mencapai Rp 44,6 miliar.

Disusul Daerah Istimewa Yogyakarta, 85,86 persen atau 234.089 RTS dari total Rp272.651 RTS dengan nilai Rp70,226 miliarKemudian Banten, sebesar 84,57 persen atau 592.652 RTS dari total 700.743 RTS dengan total nilai dana BLT Rp177,8 miliar.

Dihubungi terpisah Ketua DPR Agung Laksono terkait dengan program BLT ini meminta pemerintah segera lakukan evaluasi kembali dengan program-program kompensasi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM)“Pemerintah harus lebih fokus pada program pengembangan energi yang dapat diperbaharui karena saat ini sebagai energi alternatif pengganti BBM,” kata Agung.

Selain itu juga ia menambahkan pemerintah dalam rencana anggaran pendapatan belanja negara mendatang harus memperhatikan lonjakan harga minyak mentah dunia“Kita juga harus punya cara, bagaimana lonjakan minyak dunia jangan tambah mempersulit,” tambahanya(rie/JPNN)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Yusuf Emir Terseret Kasus Bintan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler