Sekretaris Al Amin Mengaku Antar Amplop

Senin, 28 Juli 2008 – 15:29 WIB
JAKARTA - Sekretaris Al Amin Nasution, Annisa Gemala mengaku pernah disuruh Al Amin untuk mengantarkan amplop kepada tiga anggota Komisi IV DPR lainnyaNamun Gemala tidak tahu apa isi amplop tersebut.
Hal itu disampaikan Gemala saat bersaksi pada persidangan kasus suap alih fungsi hutan Bintan di Pengadilan Tipikor, Senin (28/7)

BACA JUGA: Yusuf Emir Terseret Kasus Bintan

Pada persidangan tersebut, anggota majelis hakim Tipikor Andi Bachtiar menanyakan tentang pengakuan Gemala saat diperiksa sebagai saksi di KPK

Andi saat membacakan Berkas Acara Pemeriksaan (BAP)bertanya apakah sekretaris Al Amin itu pernah disuruh mengantar amplop ke kolega politisi PPP itu di Komisi IV DPR

BACA JUGA: Resepsi Effendi Gazali Penuh Parodi

"Ya
Saya pernah disuruh menyerahkan amplop ke Pak Azwar (Azwar Ches Putra), Pak Sujud (Sujud Siradjuddin) dan Pak Mukhtaruddin (anggota Komisi IV dari Fraksi Partai Golkar)

BACA JUGA: Muslim Tak Zakat Bakal Disanksi

Tetapi saya tidak ingat itu kapan," ujar Gemala.
Namun Gemala yang mengaku sudah tidak lagi menjadi sekretaris sejak Al Amin ditangkap KPK, mengatakan bahwa ia tidak tahu apa isi amplop itu.
Sementara saat anggota majelis hakim Tipikor, Dudu Duswara bertanya mengapa tidak tahu dengan isi amplop yang diantarkannya, Gemala berkilah tidak berani membuka amplop yang harus diantarkannya ke tiga anggota Komisi IV lainnya.
Hanya saja, Gemala mengaku pernah disuruh Al Amin beberapa hari sebelum penangkapan oleh KPK di Ritz Carlton Hotel untuk mencari tahu tentang nilai kurs dolar Singapura terhadap rupiah.
"Saya pernah ditugaskan Pak Amin untuk menghitung kurs dolarSaya cek ke Ayu Mas Agung (money changer) kursnya sekitar Rp 6000 sekianItu beberapa hari sebelum penangkapan," ungkapnya.
Gemala mengaku menjadi sekretaris Al Amin sejak 2005Tentang tugasnya sebagai sekretaris, Gemala menyebutkan bahwa tugasnya antara lain mengetik surat, menerima telepon, menerima tamu dan mengambil uang reses.
Namun Gemala bertugas menerima tamu itu mengaku tidak pernah menerima kunjungan Azirwan ataupun staf ahli Bupati Bintan, Edi Pribadi.
Selama bekerja kepada Al Amin, Gemala yang juga berstatus mahasiswi ini mengaku mendapat gaji Rp 3,25 juta per bulan
"Apakah masih kerja sebegai sekretaris?" tanya Dudu Duswara.
"Saya sudah mengundurkan diri sejak Pak Amin ditangkapMau cari kerjaan yang lebih bagus dan concern ke kuliah," ucap Gemala membalas pertanyaan majelis(ara/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Jembatan Jawa-Sumatera Segera Dibangun


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler