Rekayasa DNA Mungkinkan Pengidap HIV Punya Bayi Sehat

Kamis, 29 November 2018 – 21:21 WIB
HIV AIDS. Foto : Pixabay

jpnn.com, HONG KONG - He Jiankui menjadi magnet kuat Second International Summit on Human Genome Editing di University of Hongkong kemarin, Rabu (28/11). Sekitar 700 orang memadati auditorium. Di sana He, sang ilmuwan perekayasa genetika, menjadi pembicara utama.

Sekitar sepekan terakhir, He populer. Publik Tiongkok, bahkan masyarakat dunia, membicarakan sosoknya karena kelahiran Lulu dan Nana yang "disempurnakan" He.

BACA JUGA: Sudah Ada 144 Orang Terjangkiti HIV dan 123 Pengidap AIDS

Bayi kembar itu terlahir dari ibu yang menikah dengan ODHA. Ayah Lulu dan Nana mengidap virus HIV. Berkat He, Lulu dan Nana terlahir tanpa mewarisi virus mematikan tersebut.

"Saya merasa bangga. Sangat bangga," kata He sebagaimana dilansir Reuters.

BACA JUGA: Meninggal di Bali, WN Belanda Minta Dikremasi

Saat ini staf pengajar pada Southern University of Science and Technology, Shenzhen, Tiongkok, itu menjadi satu-satunya peneliti di dunia yang berani merekayasa DNA calon bayi.

He menyatakan, kampus tempatnya mengajar tidak tahu soal penelitian kontroversialnya. Sebab, sejak awal tahun ini, dia mengambil cuti. Selain itu, dia mendanai penelitian tersebut secara mandiri.

BACA JUGA: Penderita HIV di Bekasi Terus Bertambah

Menurut BBC, ada delapan pasangan suami istri yang mendaftar sebagai relawan. He mengedit gen embrio para relawannya menggunakan teknologi CRISPR-Cas9.

Sebelum ditanam ke rahim sang ibu, embrio itu mengalami rekayasa genetik di laboratorium. Dalam pengeditan tersebut, He dan timnya membuang gen pembawa virus HIV.

Dua pasangan lantas menanam embrio editan tersebut ke rahim. Seorang di antaranya melahirkan Lulu dan Nana bulan ini. Satu relawan lainnya masih hamil.

"Kami akan memonitor Lulu dan Nana sampai berusia 18 tahun untuk mengetahui dampak jangka panjang penelitian tersebut," ungkap He.

Ilmuwan Tiongkok lainnya, Liu Wei, menyebut penelitian He tersebut sebagai sesuatu yang masih abu-abu. Tidak pernah ada yang tahu menghilangkan salah satu susunan DNA bisa berdampak pada fungsi DNA yang lain atau tidak. Selain itu, faktor keamanan dan etika masih menjadi perdebatan. (sha/c14/hep)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Dorong Ayam Kampus Berani Tes HIV/AIDS


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
Rekayasa DNA   HIV   odha   teknologi  

Terpopuler