Rekor Radar Lampung di HPN 2014

Sabet IPMA dan Koran Anak Muda Terbaik Sumatera 2014

Minggu, 09 Februari 2014 – 01:11 WIB
Radar Lampung. Foto: JPNN.com

jpnn.com - RADAR LAMPUNG (JPNN Group) mengawali 2014 dengan manis. Keberanian berinovasi dan improvisasi untuk sebuah perwajahan serta keberanian berpikir beda yang diterapkan redaksi kembali menuai prestasi.

Dua momentum besar berhasil diukir koran kebanggaan warga Lampung ini. Setelah sukses memecahkan rekor koran tertebal 140 halaman edisi 3 Februari 2014, tadi malam Radar Lampung kembali dikukuhkan sebagai Koran Terbaik Sumatera 2014.

BACA JUGA: Fahri Curigai Perlakuan Istimewa untuk Corby

Tidak tanggung-tanggung, even Serikat Penerbit Suratkabar (SPS) dalam rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2014 di Bengkulu ini, Radar Lampung berhasil menyabet dua penghargaan.

Masing-masing Silver Winner untuk desain perwajahan (best design) Indonesia Print Media Award (IPMA) 2014 dan Bronze Winner (best design) Indonesia Young Readers Awards (IYRA) 2014 untuk koran anak muda terbaik dengan rubrikasi X-presi.

BACA JUGA: Tunggu Pengumuman Honorer K2, Goyang Oplosan Dulu

Dari Lampung, hanya Radar Lampung yang berhasil menembus penghargaan ini. Raihan ini menambah daftar prestasi awak redaksi sekaligus kado istimewa bagi seluruh keluarga besar Radar Lampung yang baru saja merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-14 pada 2 Februari.

Untuk IPMA 2014, Radar Lampung harus bersaing menyisihkan 750 entri dari 207 penerbitan. Dibandingkan tahun lalu, kompetisi tahun ini jauh lebih sulit. Tahun lalu, hanya 400 entri dari 180 penerbitan yang mengikuti ajang IPMA.

BACA JUGA: AMM Anggap Demokratisasi Indonesia Konstribusi Pers

Sedangkan IYRA 2014, X-presi menyisihkan 120 entri dari 20 kompetitor. Ajang IYRA ini baru kali pertama dilombakan. Rubrikasi X-presi pun langsung mencuri satu trofi.

Ini penghargaan membanggakan buat Radar Lampung. Sebab, kami bisa meraihnya secara berturut-turut. Penghargaan ini layak kami persembahkan untuk seluruh pembaca setia Radar Lampung dan anak muda di provinsi ini.

Penyerahan award di Ballroom Hotel Santika, Bengkulu, tadi malam dilakukan Wakil Gubernur Bengkulu Sultan B. Najamuddin kepada Pemimpin Redaksi Radar Lampung Ary Mistanto.

Penghargaan ini makin memotivasi redaksi untuk terus berbenah dalam memberikan sajian berita menarik, bermutu, berkualitas, dan up to date kepada pembaca setia di Lampung.

Tidak terkecuali pembenahan program X-presi dengan segmen pelajar dan mahasiswanya yang berisi kehidupan remaja, mulai dari otomotif, style, techno, gadget, hingga anime.

Pengukuhan tersebut merupakan yang ketiga diterima koran terbesar di Lampung dengan jaringan lebih dari 12 penerbitan, radio, dan satu televisi lokal ini.

Pada ajang ini, tim dewan juri IPMA 2014 terdiri atas perwakilan lembaga brand global yang telah menangani beragam proyek branding dari berbagai korporasi lokal maupun asing. Yakni Daniel Surya (president and chairman DM-Idholland) dan Almira Shinatra (managing director DM Idholland).

Lalu, Oscar Matulloh (direktur foto Galeri LKBN Antara); Ndang Sutisna (executive director Creative First Position); Dr. Gunawan Alif (akademisi UI); SAM August Himawan (direktur DASA Strategic Communication); dan fotografer profesional Iwan Kurniawan. Lewat perdebatan dan penilaian yang ketat, dewan juri akhirnya menetapkan Radar Lampung meraih Silver Winner, Terbaik Se-Sumatera, edisi Selasa, 19 November 2013, dengan laporan yang berjudul Usir Diplomat Australia!. Pada halaman itu, Radar Lampung memuat cover utama dengan pracetak Nopriyadi dan desain grafis Handoko B.

Pada ilustrasi itu, ditampilkan Presiden SBY dan PM Australia Tony Abbott yang terlibat perang dingin saling memunggungi. Ilustrasi itu merupakan gambaran protes terhadap penyadapan dan mata-mata yang dilakukan Australia terhadap para pejabat RI.

Sedangkan IYRA 2014 menetapkan X-presi Radar Lampung Terbaik Se-Sumatera untuk edisi Minggu, 15 September 2013. Halaman yang dikelola Asisten Redaktur Widisandika Budiman itu memuat cover utama K-Edition dengan pracetak Nopriyadi.

Anggota dewan juri Daniel Surya memaparkan, wajah depan sebuah koran sangat menentukan kepercayaan publik. ’’Kompetisi IPMA 2014 sangat prestisius dan bergengsi. Kali ini, sekali lagi, selamat bisa mengukir prestasi penuh gengsi,” katanya.

Daniel yakin desain yang memenangkan award itu dirancang oleh orang-orang muda yang energik. ’’Itu tercermin dari penampilannya, segar, unik, dan kreatif. Selamat!” ucapnya.

Tahun lalu, Radar Lampung juga menerima Gold Winner untuk best design Terbaik Sumatera. Perwajahan halaman muka terbaik itu diberikan ketika Radar Lampung menurunkan laporan soal kerusuhan Lampung Selatan.

Raihan ini berkat kerja profesional dan sinergi yang baik dari seluruh awak redaksi. Bagaimanapun desain yang baik menjadi cerminan isi secara keseluruhan. Baik sudut pandang berita maupun kecerdasan ulasannya.

Redaksi menyadari materi tulisan yang bagus akan menjadi stimulan yang baik bagi tim desain untuk berkreasi pula. Sebab, perwajahan yang menarik, segar, dan beda sangat memengaruhi penjualan produk.

Tampilan koran yang dinamis, segar, dan diiringi kualitas semangat teman-teman wartawan yang tinggi jadi jaminan bahwa bisnis akan tetap hidup.

Mengutip Direktur Radar Lampung Group Hi. Ardiansyah yang akrab disapa Bang Aca, sampai kapan pun, koran masih akan hidup meski digempur perkembangan teknologi yang kian canggih dengan bermunculannya media-media online dan internet.

Redaksi sangat memahami, koran tidak perlu tergiur untuk masuk ke dunia digital atau online. Belum ada dalam sejarah, satu media dimatikan media lain. Media itu mati karena memang tidak kreatif!

Ke depan, Radar Lampung akan terus berkarya demi kebanggaan warga Lampung. Berkat pembacalah, karya ini ada. Salam. (rie)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pemerintah Dianggap Lembek Perangi Narkoba Internasional


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler