Rektorat UNS Belum Yakin Gilang Endi Korban Kekerasan Diklatsar Menwa

Sabtu, 30 Oktober 2021 – 22:22 WIB
Anggota Tim Evaluasi Korps Mahasiswa Siaga atau Resimen Mahasiswa (Menwa) Batalyon 905 Jagal Abilawa saat ditemui di kampus UNS, Sabtu (30/10). Foto : Romensy Augustino/JPNN.com

jpnn.com, SOLO - Rektorat Universitas Sebelas Maret (UNS) belum yakin mahasiswa Fakultas Sekolah Vokasi (SV) Gilang Endi Saputra meninggal akibat kekerasan.

Hal itu disampaikan Ketua Tim Evaluasi Korps Mahasiswa Siaga atau Resimen Mahasiswa (Menwa) Batalyon 905 Jagal Abilawa UNS Sunny Ummul Firdaus di Kampus UNS, Sabtu (30/10).

BACA JUGA: Gilang Endi Meninggal, Begini Nasib 28 Mahasiswa yang Terlibat Diklatsar Menwa UNS

"Kalau kita (publik, red) berasumsi dalam kasus ini terjadi kekerasan, saya kira perlu dibuktikan dari hasil penyidikan kepolisian," kata Sunny.

Dia menyebut hingga kini Rektorat UNS belum menerima hasil autopsi dari kepolisian sebagai bukti pendukung penyidikan kematian Gilang Endi.

BACA JUGA: Ini Tindakan Brigadir JO dan Bripda AS yang Dianggap Pengkhianatan terhadap TNI-Polri

"Kami yakin polisi akan bekerja secara profesional dan adil untuk membuka secara terang benderang sebenarnya kasus ini seperti apa," ucapnya.

Menurut Sunny, pihak rektorat juga sedang melakukan penggalian data yang dikerjakan oleh Tim Evaluasi Korps Mahasiswa Siaga atau Menwa  Batalyon 905 Jagal Abilawa UNS yang dibentuk sehari setelah kematian Gilang.

BACA JUGA: Rektor UNS Membekukan Menwa, Tim Evaluasi Ungkap Fakta

"Semua informasi akan kami analisis untuk dijadikan bahan rekomendasi kepada rektor. Kemudian, rektor yang akan memutuskan terkait sanksi kepada Menwa," tandas Sunny.

Sebelumnya, polisi telah menyimpulkan penyebab kematian Gilang Endi berdasarkan hasil autopsi dari RS Bhayangkara Semarang Biddokkes Polda Jateng.

Polisi memastikan Gilang meninggal dunia akibat kekerasan dengan benda tumpul.

"Hasil autopsi menyimpulkan bahwa penyebab kematian Gilang Endi Saputra karena luka akibat benda tumpul yang mengakibatkan mati lemas," kata Kapolresta Surakarta Kombes Ade Safri Simanjuntak, Jumat (29/10). (mcr21/jpnn)


Redaktur : M. Fathra Nazrul Islam
Reporter : Romensy Augustino

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler