Rencana Merger, Pialang dan Manajer Investasi Konsolidasi

Rabu, 26 November 2008 – 05:13 WIB
JAKARTA - Limbungnya bursa saham di tanah air membuat konsolidasi antarpialang atau perusahaan sekuritas bisa bermuara pada terjadinya mergerHal serupa juga bisa terjadi pada para manajer investasi (MI)

BACA JUGA: JK : Saat Krisis Negara Harus Lebih Boros

Ini tidak terlepas dari makin susutnya fee yang didapatkan mereka, sehingga potensi profit makin tergerus


Direktur PT Schroder Investment Indonesia Michael Tjoajadi mengatakan, saat ini masih banyak produk reksadana yang mempunyai dana kelolaan kurang dari Rp 25 miliar

BACA JUGA: Uni Eropa Perpanjang Larangan Terbang Selama Tiga Bulan

Padahal, dalam rentang waktu ke depan, sesuai aturan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK), produk reksadana harus mempunyai dana kelolaan minimal Rp 25 miliar
"Itu kan sudah tidak profitable," ujar Michael di Jakarta, Selasa (25/11)

BACA JUGA: Bank Dunia Revisi Ekonomi Tiongkok



Dia mencontohkan sebuah produk reksadana yang hanya punya dana kelolaan Rp 1 miliar"Coba bayangkan berapa fee-nyaItu di-switch sebenarnya bisa," jelasnya

Dalam kondisi tersebut, solusinya ada dua duaYaitu, likuidasi produk dan merger antar-MISebab, dalam situasi market seperti saat ini, susah bagi manajer investasi untuk meningkatkan dana kelolaan produk reksadana"Sebenarnya ini bukan melulu masalah kesulitan likuiditas, tapi lebih karena konfiden investor yang belum naik," tuturnya.

Dirut PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Erry Firmansyah mengatakan, belum menerima adanya laporan perusahaan sekuritas yang akan melakukan mergerMeski demikian, otoritas bursa bersedia membantu menghadapi kendala-kendala yang dihadapi broker jika mereka menginginkan adanya mergerTermasuk dalam hal pajak merger"Kita bisa membantuTapi, bentuknya bagaimana belum tahu detailnya," ujarnya

Sejumlah sekuritas memang tercatat menurun kinerjanya setelah bursa mengalami kemerosotanModal kerja bersih disesuaikan (MKBD) terganggu, meski masih terkendaliPT Trimegah Securities Tbk, misalnya, pada kuartal ketiga, merugi Rp 9,19 miliarAset mereka melorot sekira Rp 450 miliar, dari Rp 1,677 triliun pada akhir tahun lalu menjadi Rp 1,227 triliunLimbungnya bursa saham membuat transaksi dan volume perdagangan melorot, yang menyebabkan penerimaan sekuritas terganggu

Pengamat pasar modal Hendra Bujang mengatakan, perusahaan sekuritas diuji dalam kondisi seperti saat iniMerger menjadi salah satu pilihan untuk memperkuat permodalan"Perusahaan sekuritas sedang diuji menghadapi memburuknya bursaKemungkinan akan terjadi seleksi alam," tuturnya.

Presdir PT Trimegah Securities Tbk Avi Dwipayana mengemukakan, merger mungkin menjadi alternatif untuk memperkuat MKBDNamun, tentunya ada hal yang perlu dipertimbangkanTermasuk soal kendala pajak"Mungkin perlu ada insentif pajak," tuturnya

Erry berjanji akan lebih memperkuat manajemen risiko di tubuh para anggota bursaHal tersebut tetap diperketat bila nanti ada merger-merger antaranggota bursa"MKBD, repo-repo, semua sudah kita minta untuk dilaporkanKalau meragukan, kita panggil manajemennya," tuturnya(eri/fan)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Resesi Terburuk dalam 25 Tahun


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler