Respons Sekjen PDIP ke Prabowo soal Presidential Threshold Pedas Banget

Sabtu, 29 Juli 2017 – 03:30 WIB
Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto. Foto: dokumen JPNN.Com

jpnn.com, JAKARTA - Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menyatakan bahwa menang dan kalah di politik merupakan hal biasa. Menurutnya, hal yang tak kalah penting justru jiwa kesatria dan etika dalam berpolitik.

Hasto menyatakan hal itu guna menanggapi pernyataan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang menyebut presidential threshold dalam UU Pemilu merupakan lelucon politik untuk menipu rakyat. Memang, dalam pengambilan keputusan atas RUU Pemilu beberapa waktu lalu, Fraksi Partai Gerindra bersama Fraksi Partai Amanat Nasional, Fraksi Partai Demokrat dan Fraksi Partai Keadilan Sejahtera melakukan aksi walkout untuk menolak presidential threshold.

BACA JUGA: Mas Tjahjo Yakin Uji Materi Tak Ganggu Tahapan Pemilu 2019

Menurut Hasto, partainya sudah biasa dengan jiwa kesatria menerima hasil pengambilan keputusan politik di DPR yang dilakukan secara menang-menangan. Partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu merasakan hal tersebut ketika menghadapi Koalisi Merah Putih (KMP) di DPR setelah Joko Widodo memenangi Pemilu Presiden 2014.

“Ketika Jokowi terpilih jadi presiden, ada yang tak puas lalu ketidakpuasan disalurkan dengan membuat perubahan UU MD3 (Undang-undang MPR, DPR, DPD dan DPRD, red). Ini fakta politik bagaimana politik tanpa etika dijalankan dengan nafsu kekuasaan semata," ujar Hasto saat ditemui di sela-sela pergelaran wayang kulit dalam rangka peringatan Kerusuhan 27 Juli 1996 atau Kudatuli di kantor DPP PDIP Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Jumat (28/7) malam.

BACA JUGA: Prabowo Subianto Tak Setuju, Tjahjo Kumolo Santai

Hasto menuturkan, saat itu PDIP sebagai pemenang Pemilu 2014 dipotong abis agar tak bisa menempatkan kadernya di kursi pimpinan DPR ataupun alat kelengkapan dewan (AKD). Caranya adalah dengan merevisi UU MD3 melalui voting yang dimenangi koalisi fraksi yang dominan di DPR.

Komposisi pimpinan DPR ataupun AKD pun tak mencerminkan suara rakyat di Pemilu 2014. “Tapi PDI Perjuangan tetap yakin bahwa politik beretika harus dikedepankan,” ujar Hasto.

BACA JUGA: Ini Respons Mendagri atas Kritikan Prabowo soal Presidential Threshold

Anehnya, sambung Hasto, justru ketika di DPR ada voting soal presidential threshold yang hasilnya dimenangi koalisi partai pendukung pemerintah, pihak yang tak puas langsung mengumbar tudingan. Hasto memang tak menyebut langsung nama Prabowo sebagai pihak yang tak puas dan melontarkan tudingan.

Namun, pernyataan Hasto secara implisit mengarah ke Prabowo. "Ketika ada voting di DPR soal presidential thereshold yang hasilnya tak membuatnya puas, maka dia katakan bahwa presidential thereshold menipu rakyat. Jangan karena ambisi jadi presiden kemudian keputusan yang sah direduksi," tegasnya.

Sembari bercanda, politikus asal Yogyakarta itu menyatakan bahwa pernyataannya bukan karena kecewa akibat kekalahan yang terbawa sampai ke hati. “Ini bukan baper lo, bawa perasaan," ujarnya sembari tersenyum.(ara/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Jokowi Tangkis Tudingan Prabowo yang Menganggap PT 20-25 Persen Lelucon


Redaktur & Reporter : Antoni

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler