Revitalisasi Waduk untuk Tangkal Banjir

Rabu, 02 Juni 2010 – 13:33 WIB
JAKARTA - Upaya menangkal banjir ibu kota terus dilakukanMasih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan

BACA JUGA: Banyak Penghuni Apartemen Tidak Disensus

Seperti revitalisasi waduk
Hingga saat ini baru 26 waduk yang sudah dan sedang direvitalisasi dari 35 waduk yang ada di DKI Jakarta

BACA JUGA: Menengok SMKN Berstandar Internasional

Namun, usaha DKI Jakarta menyelesaikan revitalisasi waduk belum cukup menghadang banjir
Mengingat di kawasan hulu, ada ratusan waduk yang menyusut atau bahkan telah beralihfungsi

BACA JUGA: PRT Culik Dua Balita di Bekasi

Padahal, fungsi waduk sangat vitalMampu mengurangi derasnya air yang mengalir deras ke hilir.

“Dalam penanganan banjir, selain pengerukan kali, DKI juga telah merevitalisasi wadukSeperti Waduk Cilangkap, tanahnya digali 6,65 ribu meter kubikPenurapan dan peninggian turap sepanjang 492 m¢ dan 199 m¢Juga dibangun satu unit bangunan limpas dan koker serta satu unit pintu air,” ujar Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo.

Pada APBD 2010, anggaran banjir dialokasikan Rp 957,17 miliarSelain untuk penyelesaian Banjir Kanal Timur (BKT), anggaran juga diplot untuk merehabilitasi pompa-pompa air, waduk hingga normalisasi saluran airUntuk penataan dan pembangunan situ, waduk serta polder dianggarkan Rp 373,35 miliarPembangunan polder dilakukan di Kampung Bandan, pembangunan Pump Gate, Long Storage dan penertiban polder Kapuk Poglar, pembangunan Pompa Duri, Koja dan Tomang, pembangunan waduk Halim serta pembangunan Situ Babakan.

Menurut Kepala Bidang Pengelolaan Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum (PU) Fahrurozi, ada enam waduk retensi untuk mem-back up pengerukan kaliDi antaranya, Waduk Halim, Waduk Cilangkap, Waduk Munjul, Waduk Sunter Hulu, Waduk Sunter Hulu Pondok Rangon serta Waduk CimanggisSeperti Waduk Halim misalnyaKeberadaanya ditengarai untuk mengkaver kawasan di luar jangkauan BKT

Terutama daerah selatan seperti Kalimalang, Halim dan sekitarnya belum ada pengendali banjirSebab, BKT hanya bisa mengantisipasi luapan lima sungaiYakni, Kali Cakung, Kali Jati Kramat, Kali Buaran, Kali Sunter serta Kali Cipinang.

Pembangunan Waduk Halim bisa dipercepat lantaran kompensasi lahan yang diajukan ke TNI AU dikabulkanSehingga, Pemprov DKI tinggal menggenjot sisa lahan yang dimiliki masyarakatSementara untuk revitalisasi 18 situ juga terus digeberLahan situ yang juga dibebaskan seperti Situ Munjul, Sunter Hulu Pondok Rangon serta Situ Rawa LindungSelain itu juga Waduk Cilangkap dan Waduk Sunter HuluAda juga Waduk Ulujami serta Waduk Sunter Selatan

Sementara untuk antisipasi banjir dari daerah tetangga, akan dibangun juga Waduk Limo, Parung Badak, Genteng serta Waduk CiawiUntuk Waduk Ciawi sudah mendapat persetujuan dari WapresSayangnya, realisasi belum bisa digeber hingga saat iniNantinya setelah terealisasi, waduk tidak hanya untuk tangkapan air, tapi juga tempat budidaya ikanSedangkan dibangunnya Waduk Limo untuk mencegah banjir akibat Kali Pesanggrahan.

Menurut Kepala Balai Wilayah Sungai Cisadane-Ciliwung Pitoyo Subandrio, revitalisasi waduk dan situ sangat penting dilakukan sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) CiliwungTidak hanya revitalisasi, tapi juga pembangunan situ atau waduk baruMengingat hanya dengan memperbanyak waduk dan situ, aliran air bisa ditahan untuk tidak secara langsung menggelontor ke hilirDari 200 situ, yang sudah direvitalisasi sekitar 152 situProgram revitalisasi terus digenjot hingga seluruhnya kembali seperti semula

Dari pantauan koran ini, di kawasan hulu sendiri saat ini sudah ada progres yang menggembirakanSeperti di kawasan Puncak, izin pembangunan vila sudah dihentikanSementara sejumlah vila yang ditengarai tidak mengantongi IMB dibongkar paksaHanya saja, untuk revitalisasi situ dan waduk di kawasan hulu belum terlihat geregetnyaSementara, Pemprov DKI tidak berwenang untuk menegur jika ada kelalaianFungsi koordinasi terkadang menjadi kendala ketika masing-masing daerah memiliki kebijakan yang berbedaSeperti pemberian izin pendirian bangunan di daerah resapan dengan alasan untuk menambah pemasukan daerahSanksi seharusnya ditegakkan bagi daerah yang membangkang

Hal itu menjadi tugas dan kewajiban pemerintah pusatNamun, pemerintah pusat terkadang tidak cukup proaktif untuk mengambil inisiatifTidak hanya soal sanksi, tapi juga dukungan untuk program yang sudah disepakati masing-masing daerahSeperti rencana pembangunan Waduk Ciawi, hingga saat ini masih mangkrakPemerintah pusat tak kunjung juga turun tangan(aak)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Akhirnya, Alter Dibebaskan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler