RI Gencar Tarik Investor di WEF 2022,Ternyata Ini Alasannya

Selasa, 24 Mei 2022 – 23:23 WIB
Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Pertemuan tahunan World Economic Forum (WEF) 2022 dimanfaatkan pemerintah Indonesia untuk melakukan diskusi dengan perwakilan ekonomi dunia dan investor potensial.

Sejumlah isu dipaparkan dalam forum tersebut, seperti upaya pertumbuhan ekonomi, green energy, pengendalian pandemi Covid-19, dan upaya pemulihan ekonomi nasional.

BACA JUGA: Luhut Tegaskan Putin dan Xi Jinping Akan Hadiri KTT G20 Bali

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan pemanfaatan potensi sumber daya alam ialah peluang besar investasi baru, khususnya menciptakan ekosistem kendaraan listrik.

Hal itu sejalan dengan fokus pembahasan di WEF mengenai isu Energi Baru Terbarukan (EBT) yang sesuai dengan misi dalam presidensi G20-2022.

BACA JUGA: Dukung Presidensi G20, Perpusnas Terbitkan Buku 150 Penulis dari Jawa hingga Papua

Dalam gelaran WEF 2022, Menperin terus melakukan pertemuan dengan berbagai perusahaan otomotif agar menaruh investasi industri Electric Vehicle (EV) di Indonesia.

“Pemerintah sangat yakin investasi mobil listrik di Indonesia akan sangat baik. Tidak hanya bicara mengenai bahan baku, raw material, nikel dan turunannya tetap potensi marketnya," ujar Menperin, Selasa (24/5).

BACA JUGA: Sambut Investor Baru, PLN Perkuat Keandalan Listrik di KEK Sei Mangkei

Selain itu, kepada Chief Executive Officer Qualcomm Cristiano Amon, Menperin menyampaikan peluang investasi untuk mendukung akselerasi digitalisasi di industri otomotif yang memungkinkan keterlibatan industri kecil dalam rantai industri tersebut.

Menurutnya, di masa pandemi terjadi peningkatan penetrasi internet di Indonesia yang sangat masif, sehingga membuat potensi pengembangan produk-produk penunjang konektivitas menjadi sangat mutlak.

“Karena itu, kami mengajak Qualcomm agar turut serta berperan aktif dalam proses ini,” ujar Menperin.

Kementerian Perindustrian juga sedang membangun Indonesia Manufacturing Center yang akan menjadi pusat pengembangan teknologi manufaktur terbaru untuk Indonesia.

“Lewat pertemuan tersebut, kami mengharapkan Qualcomm dapat memberikan asistensi dalam pengembangan Indonesia Manufacturing Center,” tutup Menperin. (mcr28/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Perekonomian Mulai Bangkit, Analis Optimistis Saham BRI Makin Progresif


Redaktur : Sutresno Wahyudi
Reporter : Wenti Ayu Apsari

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler