RI Targetkan Bangun Jalan Tol 776 Km

Rabu, 25 Agustus 2010 – 15:15 WIB
JAKARTA- Pemerintah menargetkan pembangunan jalan tol hingga tahun 2016 mendatang sepanjang 776 KMUntuk mencapai target ini, pemerintah mengalokasikan dana bergulir pengadaan tanah melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) setiap tahunnya.

Dalam rapat kerja bersama komisi XI DPR RI, Rabu (25/8), Menteri Keuangan Agus Martowardojo menjelaskan bahwa total dana bergulir yang telah dialokasikan untuk pembebasan tanah dalam RAPBN-P 2010 adalah sebesar Rp2,3 triliun.

Adapun usulan alokasi APBN untuk talangan pengadaan tanah 22 ruas jalan tol yang merupakan modal awal BLU-BPJT adalah sebesar Rp6 triliun

BACA JUGA: Pemerintah Siapkan Rp8,9 T untuk UKM

Dengan perincian, tahun 2010 sebesar Rp2,3 triliun, tahun 2011 sebesar Rp2,85 triliun, tahun 2012 sebesar Rp0,65 triliun dan tahun 2013 sebesar Rp0,20 triliun.

"Dengan mekanisme perguliran dana di BLU-BPJT, alokasi APBN sebesar Rp6 triliun ini direncanakan mampu dioptimalkan untuk membebaskan tanah 22 ruas jalan tol dengan nilai kebutuhan Rp12,7 triliun," kata Agus.

Maka ditargetkan, pada akhir triwulan I tahun 2014, saldo kas BLU-BPJT menjadi Rp7,9 triliun
Sehingga alokasi APBN sebesar Rp6 triliun dapat dikembalikan ke kas negara dengan surplus Rp1,9 triliun dan ini bisa digunakan untuk ruas-ruas jalan tol lainnya.

Dengan berbagai dana bergulir dari pemerintah ini, pengadaan tanah jalan tol ruas jalan tol yang ditargetkan pemerintah adalah pada tahun 2010 sebanyak 243 Km, tahun 2011 sebanyak 144 Km, tahun 2012 sebanyak 141 Km dan tahun 2013 sebanyak 248 Km

BACA JUGA: PLN Gelar Pameran Listrik

Totalnya mencapai 776 Km.

"Adapun target pembangunan jalan tol perinciannya, tahun 2012 sebanyak 127 Km, tahun 2013 sebanyak 332 Km, tahun 2014 sebanyak 69 Km, tahun 2015 sebanyak 195 Km dan tahun 2016 sebanyak 53 Km
Totalnya mencapai 776 Km," jelas Agus.(afz/jpnn)

BACA JUGA: Pertamina Habiskan Rp 3 Miliar

BACA ARTIKEL LAINNYA... Menaikkan Harga Gas Bukan Cara Atasi Disparitas


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler