Ridwan Kamil Marah dan Mengutuk Perundungan yang Berujung Kematian F

Jumat, 22 Juli 2022 – 17:05 WIB
Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil. (ANTARA/HO-Humas Pemda Jabar)

jpnn.com, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil tidak bisa menutupi kemarahannya setelah mendengar kasus perundungan yang berujung kematian siswa SD, F di Tasikmalaya.

Dia pun memerintahkan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jabar menindaklanjuti kasus perundungan tersebut.

BACA JUGA: Ada Video Fembo-Aswati, Siapa Tersindir?

"Saya mengutuk keras kejadian (kasus perundungan) di Tasikmalaya ini," ucap Ridwan Kamil di Bandung, Jumat (22/7).

Dia menyebut lingkungan terdekat, yaitu sekolah, kepala sekolah, dan para guru harus bertanggung jawab penuh dalam melindungi anak dari aksi perundungan.

BACA JUGA: Bharada E Menceritakan Kejadian Sebelum Insiden di Rumah Ferdy Sambo kepada LPSK

"Karena orang tua menitipkan anaknya ke sekolah untuk dijaga, untuk edukasi," ujar pria yang akrab disapa Kang Emil itu.

Oleh karena itu, dia meminta penegak hukum memberikan sanksi kepada pelaku perundungan yang membuat seorang bocah SD di Kabupaten Tasikmalaya depresi dan meninggal dunia setelah dipaksa mencabuli kucing.

BACA JUGA: Kasus Siswa SD Dipaksa Menyetubuhi Kucing, Bang Reza Sebut Ada Imajinasi Liar

Ridwan Kamil menyebut para pelaku harus disanksi sesuai dengan asas kemanusiaan dan peraturan, terlebih para pelaku perundungan masih berusia anak-anak.

"Semoga tidak terulang lagi dan tetap harus ada sanksi kepada yang melakukan, walaupun masih di bawah umur. Tentu dengan asas-asas kepatutan kemanusiaan, tetapi tetap harus ada pelajaran bagi mereka yang melakukannya," tuturnya.

Selain itu, dia juga berpesan agar orang tua bisa mendidik anaknya dengan menanamkan nilai-nilai karakter.

Menurut dia, sosok orang tua di lingkungan rumah adalah guru, sedangkan di sekolah, guru merupakan orang tua bagi peserta didik.

"Saya ini seorang survivor dari bully zaman SMP. Pak Gubernur ini korban bully, jadi saya merasakan betul rasanya di-bully, sehingga tanggung jawab paling utama adalah di lingkungan terdekat yaitu guru dari sekolah," tegasnya.

Seorang siswa kelas V SD berinisial F di Kabupaten Tasikmalaya meninggal dunia akibat depresi.

BACA JUGA: Dahlan Iskan Menulis Single Image Fembo Aswati, Fakta atau Fiksi?

Konon korban depresi setelah diduga dipaksa teman sepermainannya melakukan perbuatan tak senonoh terhadap kucing.

Kejadian itu direkam melalui video dan rekamannya kemudian menyebar di media sosial sehingga korban malu dan tertekan sehingga mengalami depresi.

Setelah kejadian itu, F tidak makan dan minum sehingga kondisi kesehatan fisik dan psikisnya memburuk sampai akhirnya dibawa ke rumah sakit dan meninggal dunia saat dalam perawatan. (ant/fat/jpnn)

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler