Rilis Visa Turis, Saudi Bakal Jadi Destinasi Wisata Mewah

Kamis, 21 Desember 2017 – 22:15 WIB
Pantai Farasan, salah satu tempat yang dapat menjadi destinasi wisata turis mancanegara di Arab Saudi. Foto: Alamy

jpnn.com, RIYADH - Kepastian peluncuran visa untuk turis di Arab Saudi akhirnya keluar. Kepala Komisi Pariwisata dan Warisan Budaya Nasional Arab Saudi Pangeran Sultan bin Salman bin Abdulaziz mengungkapkan bahwa visa turis itu diluncurkan pada caturwulan pertama 2018.

Semua persetujuan yang dibutuhkan untuk program tersebut sudah selesai. Sesuai namanya, visa itu dikhususkan untuk turis yang murni ingin berwisata ke Saudi.

BACA JUGA: PBB Didesak Beri Sanksi Putra Mahkota Saudi

”Kami saat ini hanya menyiapkan regulasinya. Siapa yang berhak atas visa itu dan bagaimana cara mendapatkannya,” ujar putra Raja Salman tersebut sebagaimana dilansir The Strait Times.

Selama ini, pemerintah Arab Saudi hanya mengeluarkan visa bagi mereka yang datang untuk bekerja, umrah, dan haji. Visa turis hanya dikeluarkan untuk negara tertentu.

BACA JUGA: 8 Pertanda Arab Saudi Mulai Berubah Jadi Negara Liberal

Proses dan syarat mendapatkan visa Saudi cukup rumit dan berbelit. Misalnya, lewat biro perjalanan tertentu maupun harus tinggal di hotel-hotel yang sudah ditunjuk.

Jika di paspor orang yang mengajukan terdapat stempel visa dari Israel, dia langsung ditolak. Penduduk Israel juga dilarang transit maupun menginjakkan kaki di Saudi.

BACA JUGA: Kecaman Kosong Saudi untuk Donald Trump

Khusus untuk penduduk anggota Dewan Kerja Sama negara-negara Teluk, mereka bisa masuk Saudi tanpa visa. Kecuali Qatar yang baru-baru ini berkonflik dengan negara penjaga dua situs suci umat muslim tersebut.

Banyak aturan yang diterapkan saat berada di Saudi. Misalnya, perempuan harus ditemani mahram laki-laki yang berusia minimal 18 tahun, cara berpakaian diatur, serta minimnya fasilitas hiburan membuat orang enggan ke Saudi jika bukan untuk beribadah dan kerja. Belum diketahui apakah aturan-aturan itu bakal tetap diterapkan atau dilonggarkan.

Langkah Saudi mengeluarkan visa turis tersebut merupakan bagian dari upaya Putra Mahkota Pangeran Mohammad bin Salman agar perekonomian negaranya tak lagi bergantung pada minyak.

Berbagai gebrakan dilakukan. Termasuk mengizinkan perempuan mengemudi mulai Juni nanti, membuka bioskop, memberi izin penyelenggaraan konser, dan mengizinkan perempuan pergi ke stadion.

Pangeran Mohammad pada Agustus lalu juga mengumumkan proyek pariwisata untuk mengubah 50 pulau kecil di Laut Merah menjadi resor mewah.

Saat ini biaya pembuatan visa turis itu belum ditetapkan. Meski begitu, Pangeran Sultan menekankan, biayanya akan dibuat semurah mungkin. ”Sebab, kami percaya dampak ekonominya lebih besar daripada pemasukan dari visa,” ujarnya. (sha/c16/any)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ada Arab Saudi di Belakang Rencana Trump Soal Yerusalem


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler