Rita Widyasari Menghadapi Calon Kuat

Minggu, 13 Maret 2016 – 00:17 WIB
Rita Widyasari (tengah). Foto: dok.JPNN


SAMARINDA – Musyawarah Daerah (Musda) IX Golkar Kaltim  yang digelar Sabu malam hingga Mingg (13/3) bakal seru.

Dua poros kekuatan politik partai beringin beda generasi, Rita Widyasari dan Said Amin, kemungkinan besar bakal head to head berebut pucuk pimpinan lima tahun ke depan.

BACA JUGA: Kasus Ini Bukti Jaringan Narkoba Lapas Cipinang Masih Kuat

Memang sejauh ini, kedua nama kandidat calon tersebut yang menguat. Tapi, politik itu dinamis. Bukan mustahil calon “kuda hitam” pada menit akhir muncul mewarnai hajatan besar tersebut.

Golkar memang sebagai pemilik tunggal ”golden ticket” pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim 2018. Dengan tiket istimewa tersebut, mereka bebas menentukan calon gubernur dan wakil gubernur (wagub) tanpa harus berkoalisi. Itu pula yang jadi penyebab posisi ketua DPD Golkar Kaltim kian seksi.

BACA JUGA: GAWAT! Indonesia di Persimpangan, Antara Konservatif dan Liberal

Di DPRD Kaltim, partai peninggalan Presiden Ke-2 RI Soeharto ini adalah penguasa dengan menduduki 13 dari 55 kursi. Jumlah itu melebihi syarat minimal 20 persen atau setara 11 kursi agar partai politik bisa mengusung pasangan calon kepala daerah. Beleid itu diatur dalam UU 8/2015 tentang Pemilihan Kepala Daerah.

Rita dan Said tentu telah bergerilya mengonsolidasikan basis politik. Disebut-sebut, kedua kandidat sudah mengumpulkan para ketua DPD Golkar kabupaten/kota di Kaltim. Said sekali mengumpulkan di Jakarta. Sementara itu, Rita dua kali duduk bersama dengan para ketua DPD II, yakni di Surabaya dan Jakarta.

BACA JUGA: Wow, Ahok Juga Berpeluang Jadi Setingkat Menteri

Ketua DPD Golkar Berau Makmur HAPK bahkan sampai ditemui Rita di Berau, Senin (7/3).

Lawatan putri mantan Bupati Kutai Kartanegara Syaukani HR itu ke Bumi Batiwakkal, julukan Berau, disebut Makmur, merupakan hal lumrah dalam berorganisasi. 

“Bu Rita menganggap saya senior dan kakak. Saya juga punya hubungan baik dengan ayahnya (Syaukani HR),” kata Makmur. Meski demikian, lanjut mantan bupati Berau dua periode (2005–2015) itu, Said juga melakukan komunikasi dengannya. 

Lain hal, kedekatan Rita dengan Andi Sofyan Hasdam yang saat ini menjabat pelaksana tugas (plt) sekretaris DPD Golkar Kaltim juga tak bisa dibantah. Setidaknya, terlihat dari struktur organisasi Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) yang diketuai Sofyan. Dari struktur yang baru terbentuk pekan lalu, Rita menduduki posisi ketua dewan pembina paguyuban tersebut.

Belum ditambah dukungan istri Sofyan, Neni Moerniaeni yang saat ini ketua DPD Golkar Bontang. Sinyal merapat ke kubu Rita juga kuat. Dari pendekatan gender, keduanya merupakan kepala daerah perempuan pertama dan kedua di Benua Etam. Rita di Kutai Kartanegara dan Neni di Bontang.

Apalagi, jika Rita bisa memanfaatkan momentum merebut hati lima ketua Golkar level kabupaten/ kota yang sempat dicopot ketua DPD Golkar Kaltim (nonaktif), Mukmin Faisyal di pengujung Desember 2015. Adapun kelima ketua itu, yakni Jafar Abdul Gaffar (Samarinda), Andi Burhanuddin Solong (Balikpapan), Andi Harahap (Penajam Paser Utara), Kaharuddin (Paser), dan AM Zainuddin Thaib (Kutai Barat).

Sebagai gantinya, diisi plt yang merupakan kubu Mukmin yang juga kompatriot Said. Samarinda diduduki Yunus Nusi, Balikpapan oleh Abdulloh, PPU diisi Amir P Ali, dan Mursidi Muslim di Kubar. 

Adapun Said bisa dipastikan mendapat dukungan dari pemegang nakhoda beringin saat ini Mukmin. Apalagi, Said memimpin organisasi kemasyarakatan Pemuda Pancasila, tentu tak berdiam diri. Sepenuh kekuatan yang dimiliki akan total dikerahkan guna bisa menduduki kemudi beringin Kaltim.

Ketua DPD Golkar Samarinda Jafar Abdul Gaffar belum mau blakblakan mengenai arah dukungan saat musda provinsi. Kepengurusan beringin Kota Tepian yang ia pimpin memilih melihat situasi dan kondisi di lapangan terlebih dulu. Terhadap dua kandidat yang mengemuka, disebutnya, adalah kader Golkar terbaik. Tak ditampiknya bahwa kedua kandidat telah mengajak berkomunikasi agar bersama-sama membesarkan partai. 

Jauh lebih penting, terang dia, pelaksanaan musda berjalan aman, tertib, dan lancar. Semua dijalankan sesuai tata tertib (tatib) yang disepakati saat musda dan mengacu anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART).

Kepada ketua terpilih, diharapkan siap membesarkan partai dan mampu meminimalisasi polemik internal ke depan. “Siap kalah dan menang itu yang penting. Bertarung dengan sportif. Karena tujuan musda,” kunci Gaffar, tadi malam. (ril/waz/k8/sam/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Rasionalisasi PNS Lebih Mudah Ketimbang Ini


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler