Riza: Sampaikan Saja, Kami akan Tutup Semua

Pemprov DKI tak Izinkan Praktik Prostitusi

Minggu, 25 September 2022 – 07:15 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria. Ilustrasi Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com - JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak memperkenankan adanya praktik prostitusi di ibu kota. 

Oleh karena itu, Pemprov DKI Jakarta berjanji menutup semua lokasi prostitusi. 

BACA JUGA: Inilah Mbak MY, Remaja 17 yang Jadi Muncikari Prostitusi Online, Begini Nasibnya Sekarang

Sebab, praktik prostitusi tersebut melanggar aturan hukum.

"Kami tidak memperkenankan adanya prostitusi di Jakarta, di mana saja, apalagi terkait anak-anak harus kami jaga," kata Wakil Gubernur DKI Ahmad Riza Patria di Jakarta, Sabtu (24/9).

BACA JUGA: Dampingi Korban Bocah Pemerkosaan, Hotman Paris Tegaskan Bukan Kuasa Hukum Resmi

Pemprov DKI Jakarta akan mengerahkan petugas Satuan Polisi Pamong Praja termasuk instansi terkait lainnya untuk segera menutup lokasi prostitusi.

Politikus Partai Gerindra itu meminta masyarakat untuk melaporkan adanya praktik prostitusi sehingga bisa segera ditindaklanjuti.

BACA JUGA: Belum Ada Info Resmi Penundaan Penghapusan Honorer, Pemprov Papua Lanjutkan Pendataan

"Silakan masyarakat, wartawan, media sampaikan kepada kami apabila mengetahui ada tempat prostitusi di Jakarta akan kami tutup semua. Sampaikan saja, kami akan tutup semua," katanya.

Pihaknya akan memperketat pengawasan. Salah satunya dengan berencana menambah kamera pengawas (CCTV).

"DKI Jakarta bekerja sama dengan Polda Metro Jaya, Kodam Jaya juga memasang ribuan CCTV di seluruh Jakarta. Ini juga satu upaya kami. Ke depan tiap tahun akan kami tambah," kata Riza.

Penegasan untuk menutup lokasi prostitusi di Jakarta mencuat setelah muncul kasus pemerkosaan yang menimpa gadis berusia 13 tahun di dekat Hutan Kota Rawa Malang di Semper Timur, Cilincing, Jakarta Utara, pada awak September 2022.

Kompleks prostitusi berada sekitar satu kilometer (km) dari kawasan hutan kota tersebut.

Ketua RW 010 Semper Timur Ahmad Syarifudin mendesak Pemprov DKI Jakarta segera menutup komplek prostitusi itu yang diduga memberi pengaruh terhadap kasus pemerkosaan tersebut.

"Maksud saya itu, seharusnya benar-benar ditutup. Tanpa ada kecuali, apalagi dalam keadaan seperti ini (ada anak yang mendapat kekerasan seksual di Hutan Kota Rawa Malang)," kata Syarifudin saat dihubungi wartawan, Kamis (22/9). (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Kusdharmadi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler