Rocky Gerung Kritik Kartu Prakerja, Inas: Mikir Dulu Sebelum Bicara Data

Jumat, 15 Maret 2019 – 20:33 WIB
Rocky Gerung. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi - Ma’ruf, Inas Nasrullah Zubir menilai Rocky Gerung tak memahami konsep kartu prakerja dan asal bicara saat melontarkan kritik.

Dia pun meminta Rocky Gerung untuk berpikir dulu sebelum bicara data terkait angka pengangguran di Indonesia.

BACA JUGA: Sindir Kartu Prakerja, Rocky Gerung: Masih Ada Kartu Pradungu

“Dari mana angka pengangguran ratusan juta orang? Padahal forum di mana dia bicara bertajuk Pikiran, Akal, dan Nalar. Seharusnya Rocky berpikir dulu sebelum bicara data, karena data BPS menyebutkan bahwa pada 2019 jumlah pengangguran adalah 5,13 persen atau 6,87 juta dari jumlah angkatan kerja di tahun yang sama, yakni 133, 94 juta orang,” kata Inas dalam pernyataan resminya, Jumat (15/3).

Baca juga: Sindir Kartu Prakerja, Rocky Gerung: Masih Ada Kartu Pradungu

BACA JUGA: Kiai Maruf Bakal Pertajam Kartu Prakerja saat Debat Lawan Sandiaga

“Jangan karena sudah kehilangan akal, maka nalar pun terjerembab ke dalam dunia tahayul di mana kemudian tuyul pun jadi korban Rocky Gerung,” tambah Inas Nasrullah Zubir.

Mengenai rencana kartu prakerja, Inas menjelaskan bahwa Jokowi mengeluarkan kartu tersebut untuk mendukung anak-anak Indonesia agar memiliki peluang masuk ke dunia industri dan dunia kerja.

BACA JUGA: Arya Sinulingga: Kartu Prakerja Bukan Untuk Menggaji Pengangguran

Baca juga: Nyinyir soal Kartu Prakerja? Tolong Simak Penjelasan Misbakhun Ini

“Dengan memegang kartu ini, para lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), hingga akademi yang ingin masuk ke dunia kerja akan dilatih lebih dahulu. Pelatihan ini bisa dilakukan di dalam maupun luar negeri,” jelas Inas.

Politisi Hanura itu pun menyayangkan akal dan nalar Rocky Gerung yang sulit memahami peruntukan kartu prakerja yang akan menjadi program Jokowi.

“Rocky Gerung sulit memahami bahwa kartu prakerja diberikan kepada pengangguran yang mengikuti program pelatihan vokasi yang akan diselenggarakan oleh pemerintah untuk menambah dan mempertajam skill mereka sesuai kebutuhan industri-industri yang akan bekerjasama dalam penyelenggaraan pelatihan vokasi tersebut," ucap Inas Nasrullah Zubir.

Diketahui, Rocky Gerung melontarkan kritik pedas atas rencana program kartu prakerja. Dia mengatakan kartu pra-kerja tidak jelas alias absurd.

"Kartu prakerja, yang kelihatannya agak absurd karena kalau diiyakan, berapa ratus juta yang akan dibiayai negara? Ratusan juta penganggur akan dibiayai oleh negara, uangnya dari mana? Nyuri dari mana? Seluruh tuyul di Jawa Tengah dikumpulin ogah untuk nyuri, karena terlalu banyak yang mesti dicuri," kata Rocky, dalam acara forum 'Pikiran, Akal, dan Nalar' di Hotel Grand Arkenso, Semarang.(jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Nyinyir soal Kartu Prakerja? Tolong Simak Penjelasan Misbakhun Ini


Redaktur & Reporter : Djainab Natalia Saroh

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler