Rombongan Polisi Disergap di Lembah Kokain, Hanya 1 Orang yang Selamat

Minggu, 12 Februari 2023 – 23:53 WIB
Arsip - Petugas polisi berjaga di landasan pacu bandara setempat ketika pemerintah mengumumkan keadaan darurat nasional, menyusul protes selama seminggu yang dipicu oleh penggulingan mantan Presiden Pedro Castillo, di Cuzco, Peru (14/12/2022). Foto: ANTARA FOTO/REUTERS/Alejandro Orosco/aww

jpnn.com, LIMA - Tujuh polisi tewas, Sabtu (11/2), dalam penyergapan di wilayah tengah Peru yang dikenal sebagai salah satu pusat produksi koka dan rumah bagi sisa anggota kelompok pemberontak Maois Shining Group, kata Polisi Nasional.

Serangan terjadi di lembah sungai Ene dan Mantaro di Apurimac - yang dikenal dengan akronim VRAEM - wilayah miskin yang juga disebut "lembah kokain" Peru, yang menjadi penghasil utama tanaman koka.

BACA JUGA: Pengedar Sabu-Sabu Ditangkap, Polisi Buru Pembelinya

"Kami berduka atas kehilangan saudara polisi kami yang disergap saat mereka bepergian dengan kendaraan polisi di pusat kota Natividad di Vraem, tempat tujuh polisi tewas dan satu petugas polisi selamat," kata polisi di media sosial Twitter.

Penyiar RPP melaporkan bahwa penegak hukum sedang menyelidiki dugaan keterlibatan kelompok Shining Path dalam serangan mematikan itu.

BACA JUGA: Pengedar Narkoba di Wilayah IKN Ini Ditangkap Polisi

Kelompok Shining Path berasal dari tahun 1960-an di antara para guru universitas dan mahasiswa dari salah satu departemen Ayacucho Peru yang paling miskin.

Pada tahun 1980, kelompok tersebut direorganisasi menjadi kelompok bersenjata dan memulai kegiatan teroris terhadap pejabat pemerintah.

BACA JUGA: Pembobol Brankas Minimarket di Palembang Ditangkap Polisi, Pelaku Ternyata

Setelah kekalahan di awal 1990-an, kelompok tersebut bergabung dengan pengedar narkoba lokal, menurut otoritas Peru. (ant/dil/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Adil Syarif

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler