Rumah Tanpa DP Belum Tentu Dongkrak Kredit

Senin, 02 Juli 2018 – 15:52 WIB
Ilustrasi perumahan yang sedang dibangun. Foto: Kaltim Post/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira menuturkan, down payment (DP) murah membuat cicilan bulanan bakal lebih besar.

Dengan demikian, tingkat risiko juga cenderung meningkat karena besarnya cicilan tidak disertai naiknya pendapatan debitur.

BACA JUGA: Perbankan Pikir-Pikir Terapkan Kredit Rumah Tanpa DP

’’Menurut saya, efek pelonggaran LTV (loan to value) ini masih jangka menengah. Ada kenaikan kredit KPR, khususnya rumah pertama, tetapi tidak akan terlalu tinggi,’’ kata Bhima, Minggu (1/7).

Dia memproyeksikan pertumbuhan kredit tahun ini berada di kisaran sembilan persen.

BACA JUGA: BI Longgarkan Aturan, Kredit Rumah Bisa Tanpa Uang Muka

Angka itu masih lebih rendah daripada proyeksi 10–12 persen yang dicanangkan Bank Indonesia (BI).

Bhima menyatakan, seharusnya fokus BI maupun pemerintah adalah memperbaiki daya beli yang masih stagnan, bahkan cenderung menurun.

BACA JUGA: Kuartal Pertama 2018, BRI Salurkan Kredit Rp 584 T ke UMKM

Selain itu, kepercayaan pelaku usaha harus dipulihkan.

Dia mencontohkan, terkait dengan pajak, diperlukan relaksasi di beberapa sektor padat karya seperti makanan dan minuman, tekstil, serta alas kaki. Misalnya, penurunan tarif PPh badan dan PPN.

’’Jadi, pelaku usaha dengan rupiah yang lemah dan bunga pinjaman yang mahal tidak langsung naikkan harga jual barangnya. Sebab, menaikkan harga jual bisa menjadi inflasi yang ditransmisikan ke konsumen,’’ terang Bhima. (ken/agf/c14/sof)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kejar Target, Bank Jatim Genjot Kredit Produktif


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler