Rupiah Loyo, Pedagang Ini Ketar-Ketir

Kamis, 27 Agustus 2015 – 14:22 WIB

jpnn.com - BLITAR - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) yang sempat menyentuh level Rp14.099 per USD. 

Tak hanya sektor properti yang kelabakan, penjual pakan ayam juga ikut ketar-ketir melihat gejolak dolar yang semakin menguat. Pasalnya bahan baku pakan saat ini kebanyakan dari impor.

BACA JUGA: Ini Tahun Pembuatan Karya Sastra Bali yang Diduga Dibajak Malaysia

"Ngaruh banget (Rp14 ribu per USD), karena bahan baku semua kami impor terus feed addictive untuk penunjang pakan ayam juga impor," ujar Agra Dacosta, seorang penjual pakan ayam di Blitar kepada JPNN.com, Kamis (27/8).

Terlebih, melemahnya nilai tukar rupiah berdampak pada kenaikan sejumlah harga. Bulan depan misalnya, menurut Agra, harga pakan ayam dikabarkan bakal naik Rp25 ribu per saknya. Tentu kenaikan harga pakan ayam akan merembet kepada harga komoditas lainnya.

BACA JUGA: Heboh! Karya Sastra Seniman Bali "Dicuri" Malaysia, Jadi Film Kartun

"Ya harga pakan ayam bakalan ada kenaikan lagi. Biasanya buat pakan kosentrat (ayam petelur) harga Rp347 ribu/sak. Bulan September ini kabarnya harga pakan naik Rp25 ribu per saknya. Apalagi obat-obatan dan vitamin ayam juga pasti naik," ungkap wanita berusia 28 tahun ini. (chi/jpnn)

BACA JUGA: Tuhan Tolong Catat! Ini Cara dan Syarat Jika Engkau Ganti Nama

BACA ARTIKEL LAINNYA... MUI: KTP Tuhan harus Ditarik!


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler