Rush Money Bertepuk Sebelah Tangan

Selasa, 29 November 2016 – 05:05 WIB
Rush Money Bertepuk Sebelah Tanga. Foto JPNN.com

jpnn.com - JPNN.com JAKARTA - Gerakan penarikan uang serentak secara besar-besaran (rush money) terbukti hanya isapan jempol.

Ajakan rush money melalui media sosial tersebut tidak mendapat sambutan alias bertepuk sebelah tangan. Alhasil, pelayanan pada sejumlah bank berjalan normal.

BACA JUGA: Outlook 2017 : Emas Tetap Unggulan

Corporate Secretary Bank Mandiri Rohan Hafas menyebut aktivitas bank berlangsung seperti biasa. 

Terpantau tidak ada penarikan seperti diberitakan. Kabar hoax itu hanya diamini segelintir pihak-pihak tidak bertanggungjawab.

BACA JUGA: XL Bidik 350 Ribu Pelanggan 4G di Wilayah Timur

”Pelayanan kami berjalan tanpa hambatan. Tidak ada transaksi mencurigakan terkait ajakan rush money,” tutur Rohan Hafas seperti yang dilansir INDOPOS (Jawa Pos Group). 

Rush money merupakan sebentuk aksi dan tindakan bisa mengancam perekenomian. Itu dengan catatan, kalau rush money benar-benar terjadi.

BACA JUGA: Stabilkan Harga, Bulog Datangkan 250 Ton Gula

Bisa melahirkan efek berantai dan menimbulkan banyak masalah secara berkelanjutan. 

”Jadi, kalau layanan perbankan akan merembet pada laju perekonomian. Bukan sekadar mengganggu segelintir orang, tetapi merembet kasta kaum terendah. Artinya, kalau  rush money terjadi dampaknya tidak sedarhana,” tukasnya. 

Rohan melanjutkan saat ini kondisi perbankan sudah kuat. Kala bank diterpa krisis episode 1998, industri perbankan tidak mengalami gangguan signifikan.

Karena itu, struktur keuangan bank tengah berada dalam fase positif. Bank Mandiri mentabulasi rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) di kisaran 22 persen. Jauh di bawah ketentuan minimal 10 persen.

”Jadi, rasio kecukupan modal kami sangat kuat,” ucapnya. 

Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati meminta masyarakat tidak termakan isu rush money.

Tidak cukup alasan masyarakat ikut-ikut melakukan rush money. Keamanan uang masyarakat diperbankan terjamin. Karena itu, masyarakat tidak perlu khawatir kondisi perbankan domestik.

”Kami berharap masyarakat ikut berjaga-jaga,” himbau mantau managing director Wolrd Bank tersebut. 

Sri Mulyani melanjutkan kalau masyarakat tenang menghadapi isu itu, maka stabilitas perekonomian Indonesia bisa terjaga.

Tetapi, kalau sebaliknya ikut terpancing, masyarakat akan dirugikan. Sebab, persoalan itu bukan sekadar menimbulkan masalah ketenangan, tetapi juga kemakmuran bagi masyarakat. 

(far)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pertamina Percepat Pengoperasian PLTP Lahendong


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler