Rusuh Tanjungbalai, Tujuh Warga Diamankan

Minggu, 31 Juli 2016 – 05:55 WIB
Sisa-sisa bekas kerusuhan di Tanjungbalai, Sumatera Utara, Sabtu (30/7). Foto: Gatha Ginting/Sumut Pos

jpnn.com - JAKARTA - Dirjen Bina Masyarakat Islam Kementerian Agama (Kemenag) Machasin mengatakan, pihaknya juga sedang menyelidiki kasus puluhan ribu warga yang mengamuk dan membakar delapan rumah ibadah di Tanjungbalai, Sumut. 

Dia juga mengecam tindakan massa yang melakukan aksi sewenang-wenang. ”Saya meminta semua lapisan masyarakat, baik di tempat kejadian maupun seluruh Indonesia, menahan diri. Jangan sampai kejadian ini menyulut insiden lain dan membuat masalah semakin besar,” tuturnya.

BACA JUGA: JK: Kita Kuat Karena Berbeda

Kapolres Tanjungbalai AKBP Ayep Wahyu Gunawan menerangkan, saat kejadian  massa telah terkendali. Sejumlah ruas jalan di Kota Tanjungbalai sempat lumpuh.

Dalam aksi kericuhan yang terjadi di Tanjungbalai, pihak kepolisian mengamankan tujuh warga. Mereka melakukan penjarahan dalam kerusuhan. 

BACA JUGA: Inilah Profil Pemimpin Baru Seskoal

Kabidhumas Polda Sumut Kombespol Rina Sari Ginting di Medan menjelaskan, tujuh warga tersebut diamankan ke Mapolres Tanjungbalai. 

Menurut dia, pihak kepolisian dan pemerintah daerah setempat telah menyepakati pertemuan untuk membahas kerusuhan berbau SARA itu.

BACA JUGA: DPR: Kerusuhan Tanjung Balai Jangan Dianggap Sepele

Polri telah menerjunkan Kepala Lembaga Pendidikan Kepolisian (Kalemdikpol) Komjen Syafruddin untuk memimpin langsung upaya pencegahan kian meluasnya kerusuhan di Tanjungbalai. ”Saya sudah di Tanjungbalai. Kerusuhan ini dalam waktu tiga jam telah teratasi,” ucapnya.

Ada dua cara yang akan ditempuh dalam mencegah membesarnya kerusuhan tersebut, yakni berkomunikasi dengan masyarakat dan menegakkan hukum. 

Yang juga penting ialah memulihkan situasi. ”Saya sudah instruksikan ke Kapolda Sumut untuk memimpin pemulihan itu,” ujarnya.

Untuk komunikasi dengan warga, mantan Wakapolda Sumut tersebut memastikan telah menggelar pertemuan dengan sejumlah tokoh masyarakat.

Namun, langkah-langkah yang akan dilakukan masih coba dikerucutkan. ”Dialog telah dilakukan, tapi masih berlanjut,” kata Syafruddin.

Dalam situasi kerusuhan, penegakan hukum juga memerlukan kehati-hatian. Polda wajib melakukan penegakan hukum yang akurat. Polisi tidak boleh sampai main asal tangkap. ”Dalam situasi semacam ini, penegakan hukum tidak boleh salah,” tuturnya.

Karena itu, Syafruddin memberikan jaminan bahwa ke depan situasi di Tanjungbalai lebih kondusif. Yang pasti, masyarakat harus tetap tenang dan kepolisian akan dengan profesional menangani masalah tersebut.

”Sudah aman kok,” yakin jenderal berbintang tiga itu. (mia/bil/idr/tyo/jun/mag02/syaf/JPG/c9/sof)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pangkolinlamil: Bangga Jadi Tempat Mengenal Dunia Kemaritiman


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler