Saatnya Industri Furnitur Genjot Ekspor ke Amerika Serikat

Selasa, 04 Juni 2019 – 09:39 WIB
EKSPOR: Direktur Keuangan Integra, Wang Sutrisno (kiri) bersama Direktur Pemasaran, Widjaja Karli sedang menunjukan salah satu contoh kayu jenis produknya. FOTO: ABDULLAH MUNIR/RADAR SURABAYA

jpnn.com, SURABAYA - Para pelaku industri furnitur Indonesia berpeluang memperbesar ekspornya ke Amerika Serikat.

Pasalnya, produk furnitur asal Tiongkok menjadi lebih mahal setelah dikenakan pajak 25 persen oleh pemerintah AS.

BACA JUGA: Integra Indocabinet Siapkan Belanja Modal Rp 200 Miliar

Menurut Direktur PT Integra Indocabinet Tbk Wang Sutrisno, perang dagang AS-Tiongkok membawa berkah bagi industri furnitur Indonesia.

BACA JUGA: Integra Indocabinet Siapkan Belanja Modal Rp 200 Miliar

BACA JUGA: Tiongkok Setop Ekspor Bahan Baku Rudal, AS Dijamin Kelabakan

Oleh karena itu, pihaknya akan memanfaatkan momen ini untuk memacu ekspornya ke AS.

“Amerika adalah pasar terbesar kami. Sekitar 50 persen dari total ekspor kami ke AS. Kami yakin 2-3 tahun lagi ekspor kami ke AS akan semakin besar,” kata Wang beberapa waktu lalu.

BACA JUGA: Kementan Dorong NTB Genjot Ekspor Sarang Burung Walet

Dia menjelaskan, sejak adanya perang dagang, banyak importir asal Amerika yang mencari produk furnitur ke Indonesia.

Para importir AS itu tidak berani impor dari Tiongkok karena kena pajak anti dumping 25 persen sehingga harganya tidak kompetitif lagi.

Dia mengaku selama ini pasar furnitur Amerika banyak disuplai dari Tiongkok dan Vietnam.

Karena itu, tahun ini pihaknya akan belanja modal Rp 200 miliar untuk memperbesar kapasitas produksi dari 100 kontainer per bulan menjadi 300 kontainer.

Selain itu, pihaknya juga akan mengembangkan wooden blind, metal furniture dan rattan furniture.

Sebab, permintaan dari Amerika juga cukup besar. Apalagi, Indonesia merupakan negara penghasil rotan terbesar di dunia.

“Tahun lalu kami beli tanah dan bangun pabrik baru. Tahun ini kami akan mendatangkan banyak mesin baru. Kami optimistis tahun ini akan tumbuh 20 persen,” tambah Wang.

Direktur PT Integra Indocabinet Widjaja Karli menambahkan, untuk produk furnitur rotan pihaknya belum bisa maksimal.

Pasalnya, saat ini masih kesulitan mencari tenaga pengrajinnya. Namun, furnitur rotan juga akan tumbuh.

“Target awal kami ekspor furnitur rotan USD 2 juta per tahun dan tujuan utama juga Amerika,” kata Widjaja. (fix/nur/sb/fik/jay)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Genjot Ekspor, Bea Cukai Mataram Rangkul Pengusaha UMKM Lombok


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler