Saatnya Perangi Nyamuk dengan Pistol Laser

Selasa, 17 Maret 2009 – 12:05 WIB
LONDON - Lupakan semprotan, apalagi obat nyamuk bakarLupakan juga raket listrik yang "keren" itu

BACA JUGA: Robot Cantik HRP-4C Bisa Gantikan Model

Semua sudah ketinggalan zaman
Kini saatnya "berperang betulan" dengan nyamuk menggunakan pistol sinar laser.

Memang, "senjata" terbaru anti nyamuk ini belum tersedia di toko-toko maupun pabrik

BACA JUGA: Peneliti Khawatirkan Sonar AL akan Sakiti Paus

Namun saat ini, setidaknya para ilmuwan di AS sudah mulai mengembangkannya
Jangan tanya efektifitasnya

BACA JUGA: Kamera Pengintai yang Ditanam di Mata

Sebagaimana dikutip CNN, kalau alat ini jadi, konon jutaan nyamuk bakal bisa dibasmi dalam hitungan menit.

Pistol laser ini, yang disebut-sebut sebagai WMD (istilah untuk senjata pemusnah massal, Red) versi nyamuk alias "weapon of mosquito destruction", menurut konsepnya, akan menembak setiap nyamuk yang terdeksi lewat kepakan sayapnyaDan tentu saja, begitu mengenai sasaran, sinar itu akan membakar hangus sang nyamuk dalam sekejap.

Dikembangkan oleh sekelompok astro-physicist yang dulunya terlibat dalam program anti-rudal bernama "Star Wars" di era perang dingin, proyek ini diarahkan untuk mencegah penyebaran wabah malariaPimpinan ptoyek ini, Dr Jordin Kare, menyatakan bahwa alat ini dapat menyapu satu area dan memusnahkan jutaan nyamuk dalam beberapa menit saja.

Menjawab pertanyaan soal kemungkinan efek buruk senjata ini terhadap keseimbangan ekosistem, Dr Kare memastikan bahwa tidak akan ada hal semacam itu"Tidak ada yang namanya nyamuk baikTak ada yang menjadi mangsa khusus merekaTak akan ada orang yang akan merindukan nyamuk," ujarnya.

"Namun jika diperlukan, (peralatan) laser ini juga bisa saja membedakan antara nyamuk yang mengincar manusia dan yang tidak berbahaya," katanya pula, sembari menambahkan bahwa seranggga lain tidak akan terkena dampak dari sinar laser ini.

Riset ini dijalankan oleh Intellectual Ventures, sebuah perusahaan yang berbasis di Washington, yang didirikan oleh Nathan Myhrvold, seorang mantan eksekutif Microsoft CorporationKonon mantan bosnya Myhrvold, Bill Gates, yang sebelumnya mendanai proyek ini, memintanya menemukan cara baru untuk mengatasi malaria(ito/JPNN)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Robot Guru yang Bisa Marah


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler