Saham Bank BUMN Layak Dikoleksi untuk Jangka Panjang

Minggu, 05 Maret 2017 – 08:31 WIB
IHSG. Foto: JPNN

jpnn.com - jpnn.com - Pelaku pasar disarankan menghindari saham-saham perbankan.

Terutama bank dengan porsi penyebaran kredit pada sektor infrastruktur.

BACA JUGA: OJK Masih Tunggu Right Issue BUMI

Alasannya, perbankan berpotensi mengalami peningkatan rasio kredit bermasalah alias non performance loan (NPL).

Ketua Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI) Haryajid Ramelan mengatakan, pencadangan perlu dilakukan di tengah potensi lonjakan kredit macet.

BACA JUGA: Relaksasi Transaksi Margin Untungkan Investor

Dengan demikian, untuk jangka panjang saham-saham bank terutama BUMN potensial dikoleksi.

”Saham BRI dan Mandiri masih bagus,” imbuh Haryajid.

BACA JUGA: Relaksasi Margin Berlaku Mulai 6 Februari

Sementara itu, Senior Investment Analyst Samuel Asset Management Joseph Pangaribuan mengatakan, untuk jangka pendek bank-bank itu akan kesulitan menerima pembayaran utang.

Tren peningkatan NPL beberapa tahun ini merupakan buah ekspansi kredit lembaga perbankan memperbesar porsi penyaluran kredit sejak 2010.

Warisan masa lalu tersebut diprediksi berlanjut kerana proyek infrastruktur tengah berlangsung.

”Kesalahan masa lalu itu terjadi karena kredit terlalu agresif kala pertumbuhan ekonomi rendah,” ulasnya.

Mestinya, sambug Joseph, porsi penyaluran kredit mempertimbangkan realisasi dan proyeksi pertumbuhan ekonomi.

Dengan begitu, langkah tersebut bisa menghindari potensi kredit macet sekaligus mengoptimalkan manajemen risiko.

Parahnya, lending rate perbankan tidak mau diturunkan saat omzet perusahaan mengalami koreksi.

Tahun ini, pertumbuhan ekonomi Tiongkok akan melanjutkan koreksi karena akan menjaga impor dan stabilitas harga batu bara.

Karena itu, harga batubara bisa terkoreksi  karena sebelumnya anjlok signifikan. Sejauh ini, kredit segmen menengah dan komersial merupakan kontributor NPL paling besar.

”Segmen ini tidak sedikit debitur bermain di impor. Kalau ekonomi melambat, bank akan menerima risiko besar,” tegasnya. (far)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Bentuk PEI, Sejarah Baru Pasar Modal Indonesia


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
saham  

Terpopuler