Saldi Isra Deg-degan Hadapi Pansel Hakim MK

Senin, 27 Maret 2017 – 14:56 WIB
Guru besar ilmu hukum Universitas Andalas Padang Saldi Isra. Foto: dokumen JPNN.Com

jpnn.com, JAKARTA - Profesor Saldi Isra mengaku deg-degan saat menghadapi panitia seleksi calon hakim Mahkamah Konstitusi (MK) yang mewawancarainya hari ini (27/3), di gedung Kementerian Sekretariat Negara.

Saldi mengungkapkan hal itu saat ditemui usai menyelesaikan sesi wawancara tahap II seleksi calon hakim konstitusi. Guru besar ilu hukum Universitas Andalas Padang itu mengatakan, biasanya dirinya justru yang menguji orang.

BACA JUGA: Jokowi: Kekuatan Kita adalah Industri Pariwisata

Namun, kini kondisinya berbalik. “Ini sekarang diuji. Jadi ada deg-degan juga," ujarnya kepada wartawan.

Saldi deg-degan karena khawatir ditanya tentang hal-hail detail. Misalnya tentang kode etik MK.

BACA JUGA: Jokowi Dorong HIPMI Berperan Atasi Kesenjangan Ekonomi

Ternyata kekhawatirannya terbukti. “Saya kaget. Waduh ini saya tidak ingat. Yang saya tau ada kode etik. Tapi nomornya tidak ingat. Jadi ada kejutan-kejutan pertanyaan," tuturnya.

Saldi mengaku tidak melakukan persiapan khusus untuk mengikuti seleksi calon hakim MK guna menggantikan Patrialis Akbar. Hanya saja, pria asal Sumatera Barat itu cukup memahami lingkup kerja di MK.

BACA JUGA: Maaf, PPP Ogah Pisahkan Agama dari Politik

Dia berharap Pansel Hakim MK bisa menghasilkan tiga calon terbaik untuk diusulkan ke Presiden Joko Widodo. Dengan demikian MK juga memperoleh hakim yang pantas.

"Saya harap pansel bisa temukan sosok siapa pun orangnya yang dipilih, tentu mau bersama-sama hakim lain bekerja sama memperbaiki kondisi di MK. Kita beri ruang seluas-luasnya kepada pansel mencari orang yang layak," pungkasnya.

Seperti diketahui, satu kursi hakim MK kini kosong setelah Patrialis ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Patrialis merupakan hakim MK dari jalur pemerintah.(fat/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Jokowi Serahkan 1.158 Sertifikat Tanah di Madina


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler