Salut! Yenny Wahid Bicara soal Wanita Kampung di Forum PBB

Selasa, 13 Maret 2018 – 09:34 WIB
Yenny Wahid. Foto: for JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Salah seorang aktivis Islam dan perempuan Indonesia, Yenny Wahid dipercaya Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk menjadi pembicara dalam pertemuan tingkat tinggi United Nations Office of Counter Terrorism (UNOCT) di New York, Senin (12/3).

Dalam pertemuan ini, salah satu fokus yang mengemuka adalah pelibatan wanita di tingkat desa dalam upaya global menanggulangi bahaya radikalisme dan terorisme. “Mereka tertarik dengan program Kampung Damai yang kami inisiasi di berbagai desa di pulau Jawa,” kata Yenny.

BACA JUGA: Yenny Wahid: Ada Kelompok Sengaja Tebarkan Kebencian

Dalam pertemuan yang dihadiri oleh pimpinan tinggi beberapa lembaga PBB itu, Yenny diminta untuk menjelaskan dampak dari programnya yang banyak menyasar masyarakat di tingkat akar rumput.

"Ketika masyarakat desa, terutama perempuan, dikuatkan, maka dampaknya langsung terasa secara masif. Data yang kami dapatkan melihat hubungan langsung antara perempuan yang berdaya dan tingkat radikalisme. Makin berdaya seorang perempuan, makin kecil kemungkinan ia terpapar aksi radikalisme,” kata perempuan pemilik nama lengkap Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid itu.

BACA JUGA: Aroma Kuliner Lokal dalam Diskusi Kebangsaan Hasto-Yenny

“Program desa damai kami memberikan pelatihan dan penguatan ekonomi untuk para ibu di tingkat akar rumput, ditambah dengan pelatihan tentang upaya perdamaian yang bisa mereka praktekkan di komunitasnya masing-masing. Saya senang bahwa kami mendapatkan kesempatan untuk menjelaskan program ini karena ini berarti promosi untuk Indonesia,” imbuh putri dari Abdurrahman Wahid ini.

BACA JUGA: Antara Yenny Wahid dan Bonus Demografi Indonesia

Dalam forum yang dimoderatori oleh dubes tetap Uni Emirat Arab untuk PBB, Lana Zaki Nusseibeh tersebut, Yenny diminta untuk memberikan pendapatnya atas rencana UN untuk membuat sebuah Rencana Aksi Penanggulangan Terorisme yang melibatkan lebih banyak peran perempuan dan anak muda di dunia, utamanya dalam area pencegahan tindak pidana berbasis kekerasan.

“Pelibatan perempuan dalam upaya pencegahan radikalisme mutlak dilakukan mengingat perempuan adalah salah satu korban utama ketika terjadi kekerasan di masyarakat,” tutur Yenny.

Yenny juga sekaligus menghadiri Forum CSW (Comission on the Status of Women) di PBB, sebuah acara tahunan yang menghadirkan delegasi dari berbagai negara di dunia.

“Tahun ini memang fokusnya adalah penguatan perempuan di tingkat akar rumput, seperti dijelaskan Sekjen PBB, Antonio Guteres dalam pidato beliau. Beberapa perempuan dari berbagai daerah rural di dunia dihadirkan dan didengar ceritanya oleh seluruh delegasi dunia yang hadir,” pungkas Yenny. (adk/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Yenny Wahid Tetap Merasa Berutang ke Prabowo, Nih Alasannya


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler