Santap Nasi Bungkus saat Perpisahan, Puluhan Murid Keracunan

Kamis, 14 Juni 2018 – 08:58 WIB
Salah satu murid SDN Pemuteran 3 Buleleng yang menjadi korban keracunan nasi bungkus mendapat perawatan di RS Pratama Tangguwisia. Foto: Eka Prasetya/Radar Bali

jpnn.com, BULELENG - Puluhan murid SD Negeri 3 Pemuteran di Kabupaten Buleleng, Bali terpaksa dilarikan ke puskesmas dan rumah sakit terdekat. Sedikitnya 83 murid diduga keracunan setelah menyantap nasi bungkus pada acara perpisahan yang diselenggarakan di sekolah setempat, Rabu (13/6) pagi.

Hingga pukul 21.00 Rabu malam, tercatat ada 83 orang siswa yang sempat dilarikan ke Puskesmas Gerokgak I. Sementara total siswa di sekolah setempat mencapai 184 orang.

BACA JUGA: Siswi SMK Suruh Pacar Beli Penggugur Kandungan sebelum Tewas

Dari puluhan siswa itu, beberapa orang di antaranya terpaksa dilarikan ke RS Pratama Tangguwisia. Sebab, kondisi mereka cukup parah.

Peristiwanya berawal saat pihak SDN 3 Pemuteran menyelenggarakan perpisahan sekaligus kenaikan kelas bagi siswa-siswanya. Masing-masing siswa lantas mendapat jatah sebungkus nasi yang dipasok oleh salah satu guru di SDN 3 Pemuteran.

BACA JUGA: Ada Bayi Cukup Bulan di Jasad Siswi SMK

Nasi bungkus itu tidak gratis. Sebab, setiap siswa membayar Rp 10 ribu yang dipotong dari uang tabungan mereka.

Dari total 184 orang siswa, hanya 173 murid yang menerima nasi bungkus. Sedangkan sebelas lainnya tak menghadiri acara perpisahan.

BACA JUGA: Duet Siswa Mencuri Barang Sekolah Sendiri demi Sabu-sabu

Tepat pukul 09.00, nasi bungkus beserta lauknya yang terdiri dari mi goreng, babi, ayam plecing dan telur rebus langsung dibagi-bagikan. Sejumlah siswa langsung menyantapnya.

Ada pula yang membawanya pulang dan baru menyantapnya di rumah bersama keluarga. Saat siswa pulang sekolah pada pukul 11.30, belum terlihat adanya tanda-tanda keracunan.

Beberapa siswa bahkan disebutkan sempat bermain-main sebelum gejala keracunan muncul. Baru sekitar pukul 15.00 tanda-tanda adanya keracunan muncul.

“Sekitar jam 15.00 siang itu anak saya mulai mual dan muntah. Awalnya saya kira sakit biasa. Begitu saya ajak ke bidan desa, ternyata ada banyak seperti anak saya. Langsung dibilang keracunan, dan langsung disarankan ke Puskesmas di Gerokgak (Puskesmas Gerokgak I, Red),” kata Kadek Ariastini, salah satu orang tua siswa.

Putri Kadek yang bernama Komang Sukiani sempat jatuh pingsan. Siswa kelas V di SDN 3 Pemuteran itu lantas dilarikan ke RS Pratama Tangguwisia untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensif.

Ada pula kerabat siswa yang ikut keracunan karena menyantap nasi bungkus itu. Salah satunya Putu Yasa (4).

Yasa mendapat nasi bungkus dari kakaknya, Komang Dodi. Kebetulan, Komang Dodi tak menyantap nasi bungkus itu di sekolah.

Nasi bungkus itu baru disantap sekitar pukul 11.00 siang. Belakangan, Putu Yasa mengalami gejala keracunan. Sementara Komang Dodi sehat-sehat saja.

Putu Yasa mengalami keracunan setelah menyantap mi goreng dalam nasi bungkus. Sedangkan Komang Dodi terlihat baik-baik saja karena tak sampai menyantap mi.

Hingga pukul 21.00 malam, dipastikan ada 15 orang yang dirawat. Sebanyak delapan orang dirawat di RS Pratama Tangguwisia.

Sementara tujuh orang lainnya menjalani rawat inap di Puskesmas Gerokgak I. Sementara 68 orang lainnya hanya menjalani rawat jalan.(rb/eps/mus/mus/JPR)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Siswi Meninggal Dunia, Ada Penggugur Kandungan di Kamarnya


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler