Satu Gayus Tambunan bisa Guncang Satu Kementrian

Jumat, 26 Maret 2010 – 21:06 WIB
Foto : Bloomberg
JAKARTA — Usai melantik Komite Pengawas Perpajakan (KPP), Jumat (26/3) di kantor kementrian Keuangan, Jakarta, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati juga melakukan pelantikan pejabat eselon II di lingkungan Kementrian KeuanganDalam kesempatan ini, Menkeu lebih banyak memberikan peringatan kepada jajarannya dengan mengambil contoh kasus Gayus Tambunan, pegawai Ditjen Pajak yang hanya PNS golongan III A namun mampu menggelapkan pajak hingga lebih Rp 25 miliar.

"Rasanya tidak perlu saya katakan berulang-ulang

BACA JUGA: Penanganan Gayus Tambunan Sarat Kejanggalan

Janganlah sampai karena setitik nila, seluruh institusi ini tercemari
Karena satu orang di jajaran kita yang hanya eselon kecil, tapi mampu mengguncangkan satu institusi

BACA JUGA: Majelis Hakim Tolak Eksepsi Udju Djauhari

Inilah yang sedang terjadi sekarang," kata Menkeu tanpa menyebut langsung nama Gayus.

Ia pun seolah melimpahkan curahan hatinya selaku pemimpin tertinggi di Kementrian keuangan, yang kini kembali menjadi sorotan oleh berbagai media massa yang mengecam ulah Gayus
Menkeu mengatakan, akibat perbuatan satu orang maka masyarakat tersakiti dan menilai bahwa institusi Ditjen Pajak dan juga Kemenkeu tidak berjalan dengan baik.

"Selama ini Kemenkeu sudah identik dengan reformasi birokrasi

BACA JUGA: Fahmi Berkelit soal Korupsi di PLN

Kita tidak menciptakan satu pahlawan di sini, karena publik menyoroti dengan tajamKarena sudah identik sebagai lembaga reformasi, maka tolong jangan khianatiSaya memang Menkeu, tapi saya saat ini juga mewakili suara masyarakat di luar sanaMasyarakat sangat sensitif dengan pengkhianatan reformasi," katanya.

Peringatan tersebut, lanjutya, bukan hanya untuk pegawai Kemenkeu di tingkat pusat sajaDiharapkannya pula, upaya menjaga institusi juga sampai hingga ke pegawai-pegawai Kemenkeu di daerah, khususnya yang bekerja di lingkup Ditjen Pajak.

"Jagalah institusi ini dengan integritas, kejujuran dan kompetensiSaya titipkan institusi ini pada anda semua, bukan hanya di pusat tapi juga di daerahBerbekal reputasi sebagai lembaga yang mengusung reformasi, ini jadi pertaruhan kita bersama," katanya.

Khusus untuk pegawai bea cukai dan pajak, Menkeu mengatakan bahwa sejak reformasi birokrasi dilakukan sekitar dua tahun lalu, kinerja pelayanan bea cukai dan pajak mulai mendapat respon positif dari banyak pihak, baik dari dalam negeri maupun dari luar negeriDampaknya, akan berkaitan langsung dengan kepercayaan terhadap negara dan juga iklim investasi di tanah air.

"Saya menyatakan rasa bangga bagi yang sudah bekerja dengan baik dan benarSaya minta jangan sampai Bea Cukai ini dirusak hanya oleh salah satu oknumnya yang berkolaborasi dengan pihak lain lalu merusak institusiTolong diwaspadai dan hati-hatiBuktikan bahwa penilaian ada makelar di Ditjen Bea cukai dan pajak itu tidak benar,’’ tandasnya.

Bahkan Menkeu mengibaratkan kementrian yang dipimpinnya seperti sebatang tanamanLayaknya tanaman, sejak pertama kali ditanam maka diharapkan tumbuh dan berkembang dengan baik"Reformasi di institusi ini ibarat tanaman, ingin akarnya kuat, rantingnya bercabang, daunnya tumbuh lebat dan segar bukan sebaliknya(Jadi) bagi anda yang bekerja di lapangan dan memakai uniform, lambang institusi, tolong dijaga betul nama baik institusi dan jangan rusak kepercayaan rakyat,’’ tegasnya.(afz/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Merasa Malu, Andi Kosasih Serahkan Diri


Redaktur : Antoni

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler