SBY Balas Surat Nazaruddin

Kertas Surat Berkop Presiden RI

Senin, 22 Agustus 2011 – 05:09 WIB

JAKARTA - Surat dari Muhammad Nazaruddin kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang meminta agar anak dan istrinya tidak "diganggu" direspon cepat oleh SBYSetelah menerima dan membaca surat Nazaruddin tertanggal 18 Agustus itu, kemarin pagi, SBY langsung menuliskan surat balasannya.

Bahkan, siangnya, surat yang diketik di atas kertas berkop Presiden Republik Indonesia itu sudah dikirimkan kepada Nazaruddin yang ditahan di Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok

BACA JUGA: Waspadai Modus Lempar Telur

"Kami mengutus kurir ke Mako Brimob," kata Staf Khusus Presiden Bidang Hukum Denny Indrayana di Istana Negara, Jakarta, kemarin (21/8).

Turut mendampingi Juru bicara Presiden Julian Aldrin Pasha
Keduanya memang mendapat tugas untuk menyampaikan perihal surat balasan dari presiden itu kepada wartawan

BACA JUGA: Polri Waspadai Sabotase selama Mudik

"Ini copynya
Yang asli sudah kirimkan kepada yang bersangkutan (Nazaruddin, Red) tadi siang," jelas Denny sambil menunjukkan surat balasan presiden itu.

Dalam surat yang terdiri dari dua halaman itu, SBY memberikan penjelasan singkat mengapa sampai harus menuliskan surat balasan

BACA JUGA: Keistimewaan Jogja Bukan Keinginan HB IX dan PA VIII

"Agar rakyat Indonesia menjadi jelas duduk persoalannya, saya putuskan untuk membalasnya melalui surat ini," tulis SBY.

Presiden lantas merespon kekhawatiran Nazaruddin mengenai keselamatan keluarganyaMenurut SBY, sudah menjadi tanggungjawab aparatur negara untuk menjamin ketenangan, kenyamanan, dan keamanan seluruh warga negara"Terkait masalah ketenangan keluarga saudara, dalam semua kasus, tidak hanya kasus saudara, saya selalu memerintahkan agar aparat penegak hukum bekerja profesional, menjamin keselamatan semua pihak yang terkait," katanya.

Meski begitu, Presiden memastikan bukan berarti ini perlindungan atau kekebalan dari proses hukum jika warga negara yang bersangkutan terjerat suatu perkara"Kita harus terus menjamin agar penegakan hukum kita berjalan adil, transparan, dan akuntabel, jauh dari proses tawar menawar atau negosiasi dalam bentuk apapun," tulisnya.

Sebagaimana diketahui, istri MNazaruddin, Neneng Sri Wahyuni juga telah menjadi tersangka kasus pengadaan alat pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans)Bahkan, Neneng hingga kini masih menjadi buron internasional.

SBY juga menyarankan agar Nazaruddin bersikap kooperatif dalam menjalani semua proses hukumSBY menegaskan KPK akan bekerja secara profesional, independen, dan adil"Sampaikanlah seluruh informasi yang saudara ketahui kepada KPK, agar menjadi bernilai di hadapan hukum, agar semua menjadi jelas dan tuntasTermasuk informasi tentang siapa saja yang harus bertanggungjawab, tidak peduli dari unsur manapun atau dari partai politik apapun," tegasnya.

Dalam suratnya, SBY tak lupa menyisipkan "spirit Ramadan" kepada mantan Bendahara Umum DPP Partai Demokrat, itu"Semoga dalam suasana Ramadan kali ini, apa yang saudara alami, dapat menjadi bahan renungan dan introspeksiSelamat berpuasa, semoga Allah memberikan rahmat dan hidayah "Nya bagi kita semua," kata SBY.

Pada bagian lain, surat balasan untuk Nazaruddin, kemarin petang, juga dibuka SBY di depan kader Partai Demokrat yang mengikuti buka puasa bersama di kediaman pribadi SBY, Puri Cikeas, Bogor"Bapak (SBY) tadi dibacakan dari awal sampai akhir," kata Ketua Departemen Komunikasi dan Informasi PD Ruhut Sitompul usai acara tadi malam.

Dia mengungkapkan, alasan dibalasnya surat itu karena permasalahan Nazaruddin itu sudah menjadi gonjang-ganjing di publik"Bagi kami, apa yang dilakukan Nazar berat bagi kamiKami ingin kasus ini transparan," tutur pria yang suka bicara ceplas-ceplos.

SBY, lanjut Ruhut, menegaskan bahwa kasus Nazaruddin saat ini sudah berada di ranah hukumDengan surat balasan tersebut, SBY juga hendak menekankan bahwa presiden tidak akan melakukan intervensi terhadap kasus tersebut"Justru Bapak ingin tegasSiapapun, kita tidak akan tebang pilih," tegasnya.

Terkait dengan cepatnya respon SBY dalam membalas surat Nazaruddin, sementara banyak surat lain, seperti dari keluarga korban HAM yang tidak kunjung dibalas presiden, Ruhut tidak bersedia menanggapinya"Untuk itu, saya tidak bisa mewakili (menjawab)," elak Ruhut.

Direktur Lingkar Madani (Lima) untuk Indonesia Ray Rangkuti mengkritik pedas surat balasan SBY untuk Nazaruddin ituMenurutnya, itu adalah bentuk sandiwara yang dilakukan SBY dan kroni-kroninya"Masyarakat tidak butuh balas membalas surat, yang dibutuhkan adalah langkah konkret," ucapnya kemarin.

Menurut Ray, langkah konkret yang ditunggu-tunggu masyarakat saat ini adalah dengan menangkap NenengMenurutnya, jika Neneng benar-benar tertangkap, maka itu membuktikan bahwa SBY benar-benar serius menuntaskan masalah NazaruddinBukan malah balas membalas suratYang lebih mengusik rakyat, kata Ray, mengapa SBY hanya membalas surat yang dikirim Nazaruddin.

Padahal, selain Nazaruddin, banyak sekali masyarakat mengirim surat kepadanyaMisalnya Suciwati, istri almarhum aktivis Munir yang tewas diracun"Kenapa yang dibalas hanya surat ini, pakai kop surat resmi lagi,"  imbuhnya.

Di bagian lain, Ketua KPK Busyro Muqoddas mengaku tidak akan terpengaruh dengan surat menyurat Nazaruddin dengan SBYMenurutnya, pihaknya akan tetap berupaya semaksimal mungkin mengurai dan menuntaskan kasus-kasus yang menyangkut Nazaruddin dan Neneng"Saya enjoy dengan kasus rumit ini dan Insya Allah terbongkar kasus ini," kata Busyro kepada Jawa Pos kemarin.

Tak hanya tentang surat SBY, kemarin mantan Dekan Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia itu  juga menanggapi tentang nyanyian Nazaruddin dari balik selnya yang mengatakan bahwa dirinya pernah menemui mantan anggota Komisi III di kawasan Kemang tiga hari sebelum pemilihan Ketua KPK di DPR"Nazaruddin bohong besar," kata Buyro tegas.

Memang, Sabtu (20/8), lalu OCK yang baru saja menjenguk kliennya di Rutan Mako Brimob Mabes Polri mengatakan bahwa Nazaruddin pernah bertemu BusyroKala itu tujuan mantan Ketua Komisi Yudisial tersebut menemui Nazaruddin adalah untuk meminta dukungan dari Partai Demokrat agar dirinya terpilih menjadi Ketua KPKBusyro, kata OCK agak sedikit mengkhawatirkan Bambang Widjojanjo saingannya mendapat dukungan penuh dari Partai Golkar.

Atas tuduhan itu, Busyro beranggapan, OCK adalah pengacara yang terombang-ambing dengan mainan murahan kliennyaSeharusnya, kata dia, sebagai seorang pengacara OCK harus menasehati kliennya agar tidak mengumbar fitnah kepada pihak-pihak lain yang dianggap bisa mengancamnyaKarena itu bisa menjadi buah simalakama.

Seperti yang diketahui, sebelum Busyro, Nazaruddin menebar ancaman dengan menyebeut nama Wakil Ketua KPK Chandra M Hamzah dan Deputi Bidang Penindakan Ade Rahardja pernah bertemu dengannyaAkbitanya, kini Chandra dan Ade harus berurusan dengan Komite Etik KPK dan Pengawas Internal KPK.

"Kan sebelumnya, Nazaruddin ngomong kalau orang KPK yang bisa dipercaya hanya Busyro, tapi sekarang ngomong seperti iniBerarti kan ada yang tidak beres," imbuhnya.  Busyro pun lalu menganggap OCK adalah seorang pengacara yang tidak kompeten karena mengarahkan kliennya menggunakan cara-cara yang tidak wajat.Nazaruddin, lanjutnya memerlukan pengacara yang mampu menasehati secara moral.

"Dia tidak kompeten bicara tentang cuci otak," kata diaYang jelas, dia berjanji akan menuntaskan kasus-kasus Nazaruddin dengan berbagai keterbatasan yang dimiliki KPK(pri/fal/kuh/dim)

BACA ARTIKEL LAINNYA... MA Lambat Proses Sanksi Hakim Kasus Antasari


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler