SBY Diminta Cari Solusi bagi Masjid al-Aqsha

Kebrutalan Israel Hanya Kedok

Jumat, 30 Oktober 2009 – 15:23 WIB
Foto : Mustafa Ramli/JAWA POS

JAKARTA - Aksi brutal tentara Israel terhadap Masjid al-Aqsha membuat kalangan muslim meradangTindakan penyerbuan tentara zionist itu dituding sebagai upaya Israel untuk merusak dan menutup masjid yang dianggap suci oleh umat Islam tersebut.

Jumat (30/10) siang, ratusan massa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Satu Bangsa (Gema Saba), menggelar aksi di Bundaran Hotel Indonesia untuk mengutuk tindakan Israel

BACA JUGA: KPK Jadi Jaminan Penangguhan

Ketua Umum Depan Pengurus Nasion (DPN) Gema Saba, M Ali Romdhoni, dalam orasinya menuding Israel telah menghina umat Islam di seluruh dunia dengan meyerang masjid yang pernah menjadi kiblat salat bagi umat Islam itu


"Tindakan Israel itu sudah melukai perasaan umat muslim dan secara sengaja telah memancing reaksi umat muslim

BACA JUGA: Akhirnya, SBY Angkat Bicara

Ini sebuah pelanggaran berbahaya terhadap kehormatan agama Islam,” tandasnya.

Menurutnya, penyerangan tersebut membuktikan kedok Israel sesungguhnya dengan gerakan Zionismenya
Zionisme, katanya, berambisi untuk membuat negara sendiri dan menguasai Masjid Al-Aqsha

BACA JUGA: Fraksi Hanura Ikut Pasang Badan



Romdhoni juga menyebut aktifitas Dewan Arkeologi Israel yang saat ini tengah melakukan penggalian di sekitar Masjid Al-Aqsa untuk menemukan Kuil Sulaiman“Jadi aksi Zionis itu sejatinya ingin menutup Masjid Al-Aqsha dan kemudian merusak tempat suci itu,” tukas Ali.

Romdhoni menyebutkan, sejarah telah mencatat bahwa Yerusalem Timur yang direbut Israel pada tahun 1967 dari Yordania sudah dijadikan sebagai ibukota di luar Tel AvivPadahal, lanjutnya, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sudah menetapkan Yerusalem sebagai kota internasional.

Romdhoni juga mengutip pernyataan Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu yang berkali-kali menegaskan tak akan berbagi kota Yerusalem dengan PalestinaDemikian pula dengan Presiden Amerika Serikat Barack Obama, yang mestinya jadi penengah, ternyata justru menegaskan kepemilikan Israel atas Yerusalem.

Karena itu Romdhoni mengajak umat Islam di Indonesia dan di seluruh dunia untuk bersama-sama membaca Qunut Nazilah di setiap shalat wajib sebagai bentuk perlawanan umat Islam terhadap kebiadaban Israel"Gema Saba juga menuntut Pemerintah Indonesia untuk sesegera mungkin ikut ambil bagian dengan mengajak negara-negara Islam dan negara-negara Arab guna mencari solusi atas persoalan tersebut," tukasnya.(awa/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... AHD Berharap Masih Diterima PAN


Redaktur : Antoni

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler