SBY Memuji dan Mengkritik Media

Senin, 09 Desember 2013 – 15:11 WIB

jpnn.com - JAKARTA--Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengaku senang karena selama ini banyak media massa yang berkomitmen  memberitakan tindak pidana korupsi. Ia menyatakan semakin banyak pemberitaan media massa akan membantu mencegah tindak pidana korupsi.

"Saya senang makin gencar dan aktifnya pemberitaan pers terus mengingatkan rakyat ini jangan korupsi, jangan korupsi. Selaku Kepala Negara saya mengucapkan terimakasih," ujar Presiden dalam pidatonya di peringatan Hari Antikorupsi, di Istana Negara, Jakarta, Senin, (9/12).

BACA JUGA: Pertamina Siap Bantu Biayai Korban

Meski memuji media massa, Presiden juga memberikan saran dan kritik. Ia mengingatkan media massa agar memberikan berita yang berimbang dan akurat tentang kasus korupsi. Jangan menyebarkan berita yang tidak benar dan tidak sesuai fakta.

"Satu catatan, masyarakat dan kita berharap agar pemberitaan pers itu benar-benarr akurat, berimbang dan tidak beritikad buruk. Jangan membuat berita bohong atau fitnah. Yang saya sampaikan ini bagian dari kode etik jurnalistik," ujar Presiden.

BACA JUGA: Polisikan Ruhut, Boni Hargens Dinilai Lebay

Presiden meminta pers ke depan mengedepankan akurasi dan kebenaran fakta sehingga tidak menghakimi orang yang diberitakan. Termasuk tidak mencemarkan nama baik seseeorang melalui pemberitaan yang tidak akurat.

"Selalu menguji informasi, tidak mencampuradukkan fakta dan opini yang menghakimi dan tetap memegang asas praduga tidak bersalah," tandas Presiden.(flo/jpnn)

BACA JUGA: Telusuri Rekening Ketum dan Bendum Parpol, KPU Gandeng PPATK

BACA ARTIKEL LAINNYA... Di Depan Presiden, KPK Tegaskan Bakal Sikat Siapapun yang Korup


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler